Senin , 26 Oktober 2020 - 02:16
Home / Tak Berkategori / Goa Bunker Peninggalan Belanda di Kabupaten Muba 
Goa sejarah peninggalan Belanda di Lawang Wetan, Kabupaten Muba. FOTO :VIRALSUMSEL.COM
Goa sejarah peninggalan Belanda di Lawang Wetan, Kabupaten Muba. FOTO :VIRALSUMSEL.COM

Goa Bunker Peninggalan Belanda di Kabupaten Muba 

VIRALSUMSEL.COM, SEKAYU – Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menelusuri tempat sejarah. Yakni Bunker Peninggalan Belanda di Muba.

Tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Muba. Pokdarwis mengunjungi tempat bersejarah tersebut, kemarin (15/10/2020).

Peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.

Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.

Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.

Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.

Baca Juga :   Pelajari Kartu Pra-Kerja, Wabup Muba Datangi Kementerian Ketenagakerjaan RI

“Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. “Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M. Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.

Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi COVID-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.

Baca Juga :   Perpustakaan Desa Bukit Jaya Sungai Lilin Wakili Sumsel di Tingkat Nasional

Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol.

“Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampuh mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,”ungkapnya. (dev)

About Edi Triono

Avatar

Check Also

Ilustrasi salah seorang sedang menjalani tes swab COVID-19. FOTO :VIRALSUMSEL.COM

Bertambah 10 Kasus Positif COVID-19, 3 Kecamatan Zona Merah di Muba

SEKAYU – Kasus baru konfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih terus bertambah. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *