Home / Tak Berkategori / Jangan Balek Dulu Viral, Kedatangan di Sumsel Menurun 71 Persen

Jangan Balek Dulu Viral, Kedatangan di Sumsel Menurun 71 Persen

VIRALSUMSEL.COM, Palembang – Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru menanggapi bijak respon warganya yang pro dan kontra atas kebijakannya menghimbau perantau untuk tidak pulang kampung sementara waktu.

Selaku pegambil kebijakan di Provinsi Sumsel, Ia menegaskan tidak melarang masyarakat atau dalam hal ini mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah untuk kembali ke daerah asal. Hanya saja syaratnya mereka juga harus mau dan bersedia menjadi rrang dalam pemantauan (ODP).

“Saya juga sudah dengar beberapa mahasiswa mau pulang kampung tapi sudah viral himbauan jangan balek dulu. Kita ada solusi karena sudah menyiapkan Jakabaring Sport City untuk masyarakat mengisolasi diri. kalau mereka mau dikarantina dulu tidak masalah, jadi ODP. apalagi mereka datang dari daerah terpapar,” tegasnya usai memimpin langsung Diskusi online melalui aplikasi zoom mengenai Solusi peliputan media massa Provinsi Sumsel selama pandemi Covid-19, di Command Center Kantor Gubernur Sumsel

Menurutnya, daerah di seluruh provinsi Sumsel saat ini sudah terpapar oleh sebab itu tidak bisa menyeleksi individu dari daerah tertentu.

Baca Juga :   Wow, Muba Siapkan 500 M untuk Penanganan Covid 19 dan Persiapan Jaring Pengaman Sosial

“Jadi kalau mereka punya kesadaran para mahasiswa, monggo kalau mau pulang tapi dengan cara khusus mereka harus mengisolasi diri, karena masyarakat sudah sangat sadar bahwa jika ada orang datang dari rantauan ini ditolak sama warga bahkan sudah terjadi di beberapa daerah,” tuturnya

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Provinsi Sumsel yang telah mentaati setiap himbauan yang dibuat oleh pemerintah.

“Mulai dari peningkatan Sumsel status waspada sampai tanggap darurat, dan saat ini dengan himbauan jangan balek dulu yang viral dan punya dampak cukup signifikan untuk kedatangan orang di Provinsi Sumsel. terakhir kemarin di informasikan penurunan 71% di bandara dan kereta api 72% bahkan di hari ini PT KAI telah menutup pergi dan ke palembang,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang warga Sumsel yang juga tinggal di Jakarta sejak 2012 silam, Novi Yulianti, 38 mengatakan justru memahami himbauan Gubernur Sumsel H.Herman Deru yang meminta warga Sumsel di perantauan tidak mudik sementara waktu ini.

Baca Juga :   Bahan Alami, Thia Dodi Ajak PKK Muba Buat Hand Sanitizer

” Menurut Saya himbauan itu bener juga. Karena kalau pulang kampung kasihan juga yang di daerah. Karena kita kan bisa saja menjadi jadi carrier. Sebaiknya memang ditunda sementara sampai kondisi membaik. Setelah itukan bisa pulang,” tuturnya.

Menurut wanita yang tinggal di Depok ini, pulang kampung adalah moment yang ditunggu-tunggu apalagi mendekati puasa. Namun demikian jika bisa mengancam kesehatan keluarga sendiri tentu lebih baik dihindari.

” Iya misal nih kita sehat, tapi kan bisa juga carrier. Jangan sampai mau pulang kampung justru senang sama keluarga tapi malah membawa masalah baru.,” jelasnya.

Novi sendiri mengaku tiap kali Lebaran mengusahakan mudik untuk bertemu keluarganya di kawasan Demang Lebar Daun. Namun dengan kondisi demikian menurutnya keluarga besar di Palembang juga pasti bisa memaklumi jika kali ini mereka absen mudik. (nto)

About Edi Triono

Avatar

Check Also

Perpustakaan Umum Desa Bukit Jaya Sungai Lilin Juara 2 Tingkat Nasional

VIRALSUMSEL.COM, SEKAYU- Perpustakaan Umum Desa Bukit Jaya, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terpilih …

2 comments

  1. Avatar

    kami tidak pulang sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan keluarga kami pak gubernur, kami cinta keluarga kami, salam dari perantauan surabaya, semoga kita semua dalam lindugan allah swt… amiin

  2. Avatar

    kami tidak pulang sebagai bentuk cinta bakti kepada orang tua dan kelurga kami pak gubernur, semoga kita dalam lindugan allah swt, dan semoga covid 19 cepat berlalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *