MILAN, viralsumsel.com – Langkah Inter Milan di Liga Champions UEFA musim 2025/2026 resmi terhenti.
Bermain di kandang sendiri, Stadio Giuseppe Meazza (San Siro), Milan, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, Nerazzurri justru tumbang 1-2 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt pada leg kedua babak playoff 16 besar.
Hasil ini membuat Inter kalah agregat 2-5, setelah pada leg pertama juga takluk 1-3. Meski tampil dominan secara statistik, efektivitas menjadi pembeda utama dalam laga yang dipimpin wasit asal Spanyol, Alejandro Hernandez tersebut.
Dominasi Inter Tak Berbuah Maksimal
Sepanjang pertandingan, Inter sebenarnya menguasai jalannya laga. Statistik menunjukkan penguasaan bola mencapai 71 persen dengan total 30 tembakan dan tujuh mengarah ke gawang. Bahkan, dari sisi expected goals (xG), Inter mencatat angka 2,14, lebih tinggi dibandingkan Bodo/Glimt yang membukukan 1,74.
Namun dominasi itu tak mampu dikonversi menjadi keunggulan nyata di papan skor.
Babak pertama berakhir tanpa gol meski tekanan terus dilancarkan tuan rumah. Memasuki paruh kedua, justru Bodo/Glimt yang berhasil memecah kebuntuan.
Efektivitas Bodo/Glimt Jadi Penentu
Gol pembuka tim tamu lahir pada menit ke-58 melalui Jens Petter Hauge, memanfaatkan umpan dari Blomberg. Serangan cepat dan penyelesaian klinis membuat publik San Siro terdiam.
Petaka bagi Inter berlanjut pada menit ke-72. Kali ini Hauge berperan sebagai kreator dengan memberikan assist kepada Hakon Evjen yang sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya baru terlihat pada menit ke-76 ketika Alessandro Bastoni memperkecil kedudukan menjadi 1-2 setelah menerima umpan dari Bonny.
Sayangnya, sisa waktu pertandingan tak cukup bagi Inter untuk mengejar ketertinggalan agregat. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 tetap bertahan untuk kemenangan Bodo/Glimt.
Statistik Tak Menjamin Kemenangan
Selain unggul penguasaan bola, Inter juga mencatat 16 tendangan sudut berbanding hanya satu milik tim tamu. Akurasi operan pun mencapai 88 persen (525 dari 600 operan). Namun solidnya pertahanan Bodo/Glimt serta efektivitas serangan balik menjadi kunci keberhasilan mereka.
Sebaliknya, wakil Norwegia tampil disiplin dan mampu memaksimalkan peluang terbatas menjadi gol krusial yang memastikan tiket ke babak 16 besar.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inter yang sebelumnya difavoritkan lolos. Sementara itu, Bodo/Glimt kembali membuktikan diri sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan di kompetisi elite Eropa musim ini. (bbs)






