Profil dan Jejak Karier H. Alex Noerdin, Mantan Gubernur Sumsel Dua Periode

JAKARTA, viralsumsel.com – Alex Noerdin (9 September 1950 – 25 Februari 2026) merupakan salah satu tokoh politik berpengaruh di Sumatera Selatan. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2019–2021, setelah sebelumnya memimpin Sumatera Selatan sebagai gubernur selama dua periode, yakni 2008–2018.

Sebelum menduduki kursi orang nomor satu di Sumsel, Alex lebih dulu menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin selama dua periode (2001–2008). Pada 14 Juni 2008, di tengah masa jabatan keduanya sebagai bupati, ia mengundurkan diri untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan periode 2008–2013.

Dalam Pilkada 2013, Alex kembali mencalonkan diri dan berpasangan dengan Ishak Mekki, saat itu Bupati Ogan Komering Ilir. Pasangan ini diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Bulan Bintang, dan kembali memenangkan kontestasi, mengantarkannya menjabat gubernur untuk kedua kalinya.

Sebagai putra daerah kelahiran Gunung Meraksa, Pendopo, Empat Lawang, Alex dikenal memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Sumatera Selatan.

Latar Belakang Keluarga

Alex merupakan putra ketiga dari tujuh bersaudara pasangan H. Muhamad Noerdin Pandji dan Hj. Siti Fatimah. Ayahnya berasal dari Gunung Meraksa Baru, Empat Lawang, sementara ibunya berasal dari Sekayu, Musi Banyuasin.

Baca Juga :  Clear di KPU, PAW Fajar Sudah Diserahkan ke DPRD OKI

Noerdin Pandji lahir pada 13 November 1924 dan sempat menempuh pendidikan militer Gyogun pada masa pendudukan Jepang di Pagaralam, setelah menyelesaikan pendidikan MULO (setingkat SMP).

Pendidikan dan Pengalaman Internasional

Alex menamatkan pendidikan menengah di SMA Xaverius 1 Palembang pada 1969. Ia kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Universitas Trisakti pada 1980 dan Sarjana Hukum dari Universitas Atma Jaya Jakarta pada 1981.

Untuk memperkuat kapasitas di bidang pembangunan dan perencanaan wilayah, Alex mengikuti berbagai program internasional. Pada 1985, ia mengikuti International Training Course in Regional Development Planning di UNCRD Nagoya. Periode 1987–1988, ia menempuh Post Graduate Diploma Integrated Development Management di Institute for Housing Studies, Rotterdam.

Ia juga mengikuti Program United Housing Urbanization di Universitas Harvard pada 1992, serta International Training Course in Integrated Urban Policy yang diselenggarakan UNFPA di Kobe pada 1996.

Kiprah Organisasi dan Olahraga

Sejak awal 1980-an, Alex aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan politik. Ia pernah menjabat Ketua DPC Pemuda Panca Marga Kodya Palembang (1981), Wakil Sekretaris DPD Golkar Kodya Palembang (1988), hingga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Pemuda Panca Marga (1991).

Baca Juga :  Bupati HM Toha Tohet Hadiri Tahlilan Alex Noerdin, Kenang Pelopor Sekolah dan Berobat Gratis

Di bidang olahraga, ia dipercaya memimpin sejumlah organisasi, antara lain Ketua DPD INKAI Sumatera Selatan (1993–1995), Wakil Ketua POSSI (sejak 1997), Wakil Ketua PB PRSI (sejak 2005), Ketua Bidang Dana PB PABSI (2006–2011), serta Ketua Umum Perbakin Sumatera Selatan (2006–2010).

Selain itu, ia juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan periode 2004–2009 dan Ketua Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (2006–2009).

Kehidupan Pribadi

Alex menikah dengan Sri Eliza dan dikaruniai tiga anak. Putra sulungnya, Dodi Reza Alex Noerdin, dikenal sebagai politikus nasional. Anak keduanya, Deni Akendra Alex, meninggal dunia pada 2003. Sementara putri bungsunya, Luri Elza Alex, berprofesi sebagai notaris.

Profil dan Jejak Karier H. Alex Noerdin, Mantan Gubernur Sumsel Dua Periode

Sepanjang pengabdiannya, Alex menerima berbagai penghargaan negara, di antaranya:

Bintang Mahaputera Utama (2014), Satyalancana Pembangunan (2007), Lencana Melati Gerakan Pramuka (2006), dan Satyalancana Wira Karya (2003). Kemudian Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia (2002), serta Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2002).

Jejak panjang pengabdian Alex Noerdin, baik di pemerintahan maupun organisasi, menjadikannya salah satu figur penting dalam sejarah politik Sumatera Selatan. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *