VIRALSUMSEL.COM, Palembang – Pelayanan kesehatan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), menjadi salah satu isu utama yang mencuat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Palembang yang digelar di Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang, Kamis (9/7/2026).
Dalam sesi dialog bersama masyarakat, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelayanan rumah sakit. Salah satu keluhan yang paling banyak disoroti adalah masih adanya pasien dengan kondisi gawat darurat yang dinilai mengalami kendala pelayanan karena persoalan administrasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Sumsel H. Nopianto menegaskan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang datang dalam kondisi darurat.
Menurutnya, tenaga medis dan rumah sakit seharusnya memberikan tindakan penyelamatan terlebih dahulu sebelum mengurus berbagai persyaratan administrasi seperti kepesertaan BPJS Kesehatan maupun dokumen identitas.
“Pasien yang berada dalam kondisi darurat harus segera mendapatkan pertolongan medis. Urusan administrasi bisa diselesaikan setelah pasien mendapatkan penanganan. Jangan sampai korban kecelakaan atau pasien kritis justru lebih dulu ditanya soal BPJS atau KTP, padahal yang paling penting adalah menyelamatkan nyawanya,” tegas Nopianto.
Ia menilai masih terdapat anggapan di tengah masyarakat bahwa sebagian rumah sakit lebih mengedepankan aspek administratif dibandingkan pelayanan kemanusiaan, sehingga hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama.
Untuk memperkuat pandangannya, Nopianto membagikan pengalaman pribadi yang pernah dialaminya saat mendampingi orang tuanya mendapatkan perawatan medis.
Ia menceritakan bahwa orang tuanya pernah mengalami serangan jantung dan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat dalam kondisi yang sangat kritis. Namun pada saat tiba di rumah sakit, proses administrasi justru menjadi hal pertama yang ditanyakan sebelum tindakan medis dilakukan.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa sistem pelayanan kesehatan harus benar-benar menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Nopianto berharap kejadian serupa tidak lagi dialami masyarakat, khususnya di rumah-rumah sakit yang ada di Kota Palembang.
Ia juga mengajak seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat penanganan pasien gawat darurat, serta memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai dengan prinsip kemanusiaan.
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi dalam memperoleh pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan.
Selain membahas pelayanan rumah sakit, berbagai masukan dari masyarakat juga akan menjadi bahan evaluasi DPRD Sumsel dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun penyusunan rekomendasi kepada pemerintah daerah.
Reses tersebut dihadiri sejumlah anggota DPRD Sumsel dari Daerah Pemilihan II Kota Palembang, di antaranya Zulkifli Kadir, H. Nopianto, Hj. Zaitun, Tamtama, M. Yansuri, Fajar Febriansyah, dan Anwar Sadat.
Melalui kegiatan reses, para legislator berharap berbagai aspirasi masyarakat dapat ditindaklanjuti sehingga kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, semakin meningkat dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh warga. (jun)






