VIRALSUMSEL.COM – Menjelang partai puncak Piala Dunia FIFA 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026, FIFA kembali mengenang sejumlah laga final paling ikonik sepanjang sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Final edisi 2026 akan menjadi momen istimewa karena menutup penyelenggaraan Piala Dunia pertama yang diikuti 48 negara peserta, sekaligus menjadi final dengan jumlah tim terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Sebelum laga bersejarah itu digelar, FIFA merangkum sejumlah pertandingan final yang dikenang karena drama, kejutan, hingga aksi para legenda sepak bola dunia seperti Pele, Diego Maradona, Zinedine Zidane, hingga Lionel Messi.
Tragedi Maracanazo Mengubah Sejarah Brasil
Salah satu pertandingan paling dikenang terjadi pada 16 Juli 1950, ketika Brasil yang hanya membutuhkan hasil imbang justru kalah 1-2 dari Uruguay di Stadion Maracana.
Laga yang disaksikan sekitar 200 ribu penonton tersebut kemudian dikenal sebagai Maracanazo, salah satu tragedi terbesar dalam sejarah olahraga Brasil. Gol Juan Schiaffino dan Alcides Ghiggia membungkam publik tuan rumah setelah Friaca lebih dulu membawa Brasil unggul.
Kekalahan itu meninggalkan luka mendalam bagi bangsa Brasil. Bahkan, kisah tersebut turut menginspirasi seorang bocah bernama Edson Arantes do Nascimento, yang kelak dikenal dunia sebagai Pele, untuk berjanji mempersembahkan gelar juara dunia bagi negaranya.
Keajaiban Bern, Saat Jerman Barat Menumbangkan Tim Tak Terkalahkan
Empat tahun berselang, 4 Juli 1954, dunia menyaksikan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.
Hungaria yang diperkuat Ferenc Puskas, Sandor Kocsis, hingga Nandor Hidegkuti datang sebagai favorit mutlak setelah tidak terkalahkan selama lebih dari empat tahun.
Bahkan mereka sempat unggul cepat 2-0 atas Jerman Barat. Namun, tim Jerman bangkit secara dramatis hingga menang 3-2 lewat gol penentu Helmut Rahn enam menit sebelum laga usai.
Pertandingan yang dikenal sebagai “Miracle of Bern” itu menjadi awal kejayaan Jerman di pentas sepak bola dunia.
Wembley 1966 dan Gol yang Terus Diperdebatkan
Final 30 Juli 1966 menghadirkan duel klasik Inggris melawan Jerman Barat.
Setelah bermain imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir, pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
Geoff Hurst kemudian mencetak gol kontroversial ketika bola membentur mistar dan memantul di dekat garis gawang.
Wasit mengesahkan gol tersebut sehingga Inggris akhirnya menang 4-2.
Hurst juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia, sementara Inggris hingga kini masih memiliki satu-satunya gelar juara dunia dari kemenangan tersebut.
Brasil 1970, Tim Terbaik Sepanjang Masa
Final 21 Juni 1970 di Meksiko kerap disebut sebagai penampilan terbaik sebuah tim di partai final Piala Dunia.
Brasil menghancurkan Italia 4-1 melalui gol Pele, Gerson, Jairzinho, dan Carlos Alberto.
Gol terakhir Carlos Alberto yang diawali rangkaian umpan indah dari rekan-rekannya masih dianggap sebagai salah satu gol terbaik dalam sejarah sepak bola.
Kemenangan tersebut mengantarkan Brasil menjadi negara pertama yang meraih tiga gelar Piala Dunia.
Maradona Antar Argentina ke Puncak Dunia
Pada 29 Juni 1986, Diego Maradona tampil sebagai motor permainan Argentina saat menghadapi Jerman Barat.
Meski sempat kehilangan keunggulan dua gol setelah Jerman menyamakan kedudukan menjadi 2-2, Argentina akhirnya menang 3-2 berkat gol Jorge Burruchaga setelah menerima umpan brilian dari Maradona.
Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia kedua bagi Argentina sekaligus memperkokoh status Maradona sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Zidane Bawa Prancis Raih Gelar Perdana
Final 12 Juli 1998 menjadi tonggak sejarah sepak bola Prancis.
Bermain di kandang sendiri, Les Bleus menumbangkan juara bertahan Brasil dengan skor telak 3-0.
Zinedine Zidane mencetak dua gol melalui sundulan, sementara Emmanuel Petit memastikan kemenangan di penghujung laga.
Itulah gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah Prancis.
Final Terbaik Sepanjang Masa: Argentina vs Prancis 2022
Jika ada satu final yang dianggap paling dramatis sepanjang sejarah, maka jawabannya adalah 18 Desember 2022 di Lusail, Qatar.
Argentina yang dipimpin Lionel Messi sempat unggul 2-0 sebelum Kylian Mbappe mencetak dua gol hanya dalam hitungan menit untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Drama terus berlanjut.
Messi kembali membawa Argentina unggul, tetapi Mbappe menyamakan skor lewat penalti sekaligus mencatatkan hat-trick di partai final.
Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.
Argentina menang 4-2, dengan Gonzalo Montiel menjadi penendang penentu kemenangan yang memastikan La Albiceleste kembali menjadi juara dunia setelah penantian selama 36 tahun.
Final-Final Lain yang Tak Kalah Berkesan
Selain laga-laga tersebut, FIFA juga memasukkan sejumlah final lain yang memiliki nilai sejarah besar, antara lain:
– 1958: Pele yang baru berusia 17 tahun mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Swedia dan meraih gelar dunia pertama.
– 1974: Jerman Barat bangkit mengalahkan Belanda yang dipimpin Johan Cruyff setelah sempat tertinggal cepat.
– 1982: Italia menaklukkan Jerman Barat dengan Paolo Rossi kembali mencetak gol dan selebrasi ikonik Marco Tardelli.
– 2002: Ronaldo mencetak dua gol ke gawang Jerman untuk membawa Brasil meraih gelar kelima.
=-2006: Final Italia melawan Prancis dikenang karena insiden tandukan Zidane kepada Marco Materazzi sebelum Italia menang lewat adu penalti.
– 2010: Andres Iniesta mencetak gol kemenangan atas Belanda di babak tambahan dan mengantar Spanyol meraih gelar Piala Dunia pertama mereka.
Dengan jadwal final Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar pada 19 Juli 2026, para pencinta sepak bola tentu berharap lahir lagi sebuah pertandingan epik yang layak masuk dalam daftar final terbaik sepanjang sejarah. (bbs)





