KEDIRI, viralsumsel.com – Stadion Brawijaya Kediri terus berbenah menyambut bergulirnya kompetisi Super League 2026/27.
Salah satu perubahan yang dilakukan adalah pemasangan single seat atau kursi tunggal di sejumlah tribun stadion yang menjadi markas Persik Kediri tersebut.
Sebanyak 2.000 kursi tunggal telah tiba di Stadion Brawijaya dan mulai dipasang. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan area tribun VIP dan tribun utama.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, mengatakan sebanyak 1.000 kursi untuk tahap awal ditempatkan di Tribun VIP A dan B. Sementara 1.000 kursi lainnya akan dipasang di area tribun utama.
Menurut Tri, pemasangan langsung dilakukan setelah seluruh material tiba di stadion. Namun, pengerjaan tidak dilakukan sekaligus karena menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing tribun.
“Begitu kursinya datang, kami langsung melakukan pemasangan. Untuk tahap awal kami fokuskan terlebih dahulu di tribun VIP dan tribun utama,” ujar Tri Widodo.
Pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya Persik Kediri memenuhi sejumlah catatan dan rekomendasi dari I.League. Perbaikan fasilitas stadion juga menjadi salah satu langkah penting agar Stadion Brawijaya tetap dapat digunakan sebagai kandang Macan Putih pada kompetisi musim 2026/27.
Persik tidak berhenti pada pemasangan 2.000 kursi yang saat ini sudah tersedia. Menurut Tri, masih ada tambahan single seat yang akan didatangkan untuk melanjutkan proses renovasi di tribun lainnya.
Pada tahap berikutnya, sebanyak 3.000 kursi tunggal dijadwalkan kembali tiba. Dengan demikian, total single seat yang diproyeksikan terpasang di Stadion Brawijaya mencapai 5.000 unit.
“Untuk tahap kedua akan ada tambahan sekitar 3.000 kursi. Jika digabungkan dengan yang sudah terpasang sekarang, totalnya menjadi 5.000 single seat. Ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan I.League,” jelasnya.
Kapasitas Stadion Brawijaya Berkurang
Penerapan sistem kursi tunggal akan berdampak langsung terhadap kapasitas Stadion Brawijaya. Sebelum menggunakan single seat, stadion tersebut dapat menampung sekitar 11.000 penonton.
Namun, apabila seluruh tribun nantinya telah menggunakan kursi tunggal, kapasitas maksimal diperkirakan turun menjadi sekitar 9.000 penonton.
Meski jumlah penonton yang dapat masuk berkurang, penggunaan kursi tunggal dinilai memberikan keuntungan dari sisi kenyamanan dan keamanan. Penonton akan memiliki tempat duduk masing-masing sehingga kondisi tribun diharapkan lebih tertib dibandingkan sistem tanpa kursi.
Tri Widodo menilai pengurangan kapasitas tersebut merupakan konsekuensi dari peningkatan standar fasilitas stadion. Bagi Persik, kenyamanan penonton menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pertandingan kandang.
“Memang kapasitas nantinya menjadi sekitar 9.000 penonton, tetapi kenyamanan penonton akan lebih terjamin. Mereka memiliki tempat duduk masing-masing sehingga tidak perlu berdiri berdesakan di tribun,” katanya.
Meski demikian, pihak Panpel Persik Kediri juga mengingatkan suporter dan penonton untuk ikut menjaga fasilitas baru tersebut. Penggunaan single seat membutuhkan kesadaran seluruh pihak agar fasilitas stadion dapat digunakan dalam jangka panjang.
Persik Kediri sendiri tengah mempersiapkan diri menghadapi Super League 2026/27. Selain membangun kekuatan tim di lapangan, kesiapan Stadion Brawijaya menjadi faktor penting untuk memastikan Macan Putih dapat menjalani pertandingan kandang dengan fasilitas yang memenuhi standar kompetisi.
Dengan pemasangan single seat secara bertahap, Stadion Brawijaya diharapkan tidak hanya memenuhi persyaratan kompetisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman menonton yang lebih nyaman bagi suporter Persik Kediri. (bbs/ion)






