Bupati Pastikan Pelayanan RSUD OI Tidak Terganggu, Tangani 3 Pasien Positif Covid-19

SUMSEL643 Dilihat

VIRALSUMSEL.COM , INDRALAYA – H M Ilyas Panji Alam Bupati Kabupaten Ogan Ilir tanggapi perihal pemecatan 109 tenaga kesehatan di RSUD OI.

Menurut orang nomor satu di OI tersebut keputusan merumahkan tenaga honor 109 terpaksa dilakukan karena mereka tidak menjalankan tugas.

Padahal kata Ilyas semua tuntutan tenaga kesehatan tersebut sudah dipenuhi. Mulai dari intensif, rumah singgah maupun alat pelindung diri (APD).

“Menuntut minta insentif, insentif sudah ada. Minta sediakan rumah singgah, sudah ada. Ada 34 ruangan, ada kasur, ada AC sudah siap. Bilang APD minim, tidak standar.

APD ribuan ada, silahkan cek. APD, masker kacamata, boot sarung tangan. Kalau dalam militer, mereka itu desersi ya. Apa yang mereka tuntut, itu kan mengada-ada,” kata Ilyas kepada awak media, Kamis (21/5/2020).

Baca Juga :  Pj Walikota Prabumulih Lepas Tim Kompetensi Aparatur Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Ikuti Seleksi Tingkat Nasional

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini menegaskan jika tuntutan tenaga kesehatan itu sudah ada. Tapi bukan sudah dipenuhi.

Apalagi soal intensif, Ilyas memastikan jika para honorer tenaga kesehatan itu belum bekerja menangani covid-19.

“Insentif sudah ada, mereka kerja juga belum. Baru datang pasien corona udah bubar. Bagaimana itu,” jelas dia.

Ilyas tidak mempermasalahkan dengan berkurangnya 109 orang. Mengingat, tenaga medis sudah cukup untuk menangani 3 pasien Covid-19, yang saat ini berada di RSUD Ogan Ilir.

“Ya ga usah masuk lagi lah, kita cari yang baru. Dengan 109 ini diberhentikan dengan tidak hormat, tidak mengganggu aktivitas rumah sakit. Ada 400an kalau ga salah,” terang dia.

Baca Juga :  Zona Merah Lagi, Muncul Klaster Baru, Pemkot Lubuklinggau Gelar Rapat Evaluasi

Ilyas juga mengarahkan kepada pasien bukan Covid-19 di Ogan Ilir agar berobat di beberapa rumah sakit terdekat. Seperti RS Ar Royan, atau Puskesmas masing-masing.

“Saya tidak ingin masyarakat yang berobat d RSUD Senai nanti terpapar kena Covid-19 ini. Kita berusaha semaksimal mungkin memutus mata rantai Covid-19 ini,” tambahnya. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *