JAKARTA, viralsumsel.com – Kompetisi usia muda bergengsi, Elite Pro Academy U19 Championship 2026, dipastikan segera digelar dengan melibatkan 20 tim akademi dari klub peserta Championship musim ini.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetitif, tetapi juga bagian penting dalam sistem pembinaan pemain muda di Indonesia.
Sebagai bagian dari persiapan, pertemuan Direktur Akademi telah dilaksanakan pada 4 Maret 2026.
Agenda tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari format pertandingan, regulasi pemain dan ofisial, hingga jadwal kompetisi secara keseluruhan.
Kompetisi ini akan berlangsung di Garudayaksa Football Academy sebagai venue utama. Rencananya, turnamen akan dimulai pada 1 April 2026 dan ditutup dengan partai final pada 16 Mei 2026.
Sebanyak 20 tim peserta akan dibagi ke dalam empat grup, masing-masing terdiri dari lima tim.
Pada fase penyisihan, setiap tim akan menjalani sistem double round robin, sehingga masing-masing tim memainkan delapan pertandingan dalam rentang 10 pekan.
Dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak delapan besar. Pada fase ini, format berubah menjadi single round robin yang dibagi dalam dua grup.
Tim yang keluar sebagai juara grup akan bertemu di partai final, sementara runner-up akan memperebutkan posisi ketiga.
Seluruh pertandingan akan dimainkan dengan durasi penuh 2×45 menit, mencerminkan standar pertandingan profesional.
Secara keseluruhan, kompetisi ini akan menghadirkan total 94 pertandingan, mulai dari babak penyisihan hingga final.
Selain memperebutkan gelar juara, turnamen ini juga memberikan penghargaan individu seperti Best Player, Top Scorer, dan Fair Play Award sebagai bentuk apresiasi terhadap performa pemain dan tim.
Undian pembagian grup telah dilakukan bersamaan dengan pertemuan Direktur Akademi dan dipimpin oleh Takeyuki Oya. Proses drawing tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi I.League.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa penyelenggaraan EPA U-19 Championship menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembinaan sepak bola nasional.
Menurutnya, kompetisi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengembangan pemain yang lebih terarah, berkelanjutan, serta menghasilkan talenta muda yang siap bersaing di level profesional. (lib)






