VIRALSUMSEL.COM, Palembang – Di era kompetisi sepak bola Galatama, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi home base dua klub besar. Selain Krayamudha Tiga Berlian ada PS Pusri.
PS Pusri ini merupakan klub milik PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang merupakan salah satu produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara. Menurut Indrayadi mantan penjaga gawang PS Pusri ini, saat itu PS Pusri boleh dibilang klub besar dari Sumatera.
Tidak salah juga kalah disebut sebagai klub mewah. Betapa tidak saat itu PS Pusri bermain di lapangan sendiri, Stadion Pusri. Para pemain tinggal dalam mess sendiri (Mess Seroja Pusri). Fasilitas penunjang latihan juga cukup lengkap, ada kolam renang dan lain-lain.
Padahal tidak sedikit pemain pemain pada saat itu yang masih tinggal di rumah-rumah. “Bahkan kami saat away juga menggunakan bus sendiri milik PT Pusri,” cerita Indrayadi mengenang masa-masa bersama PS Pusri kepada www.viralsumsel.com, Jumat (12/6/2020) siang.
Kiprah PS Pusri di kompetisi sepak bola kasta tertinggi dalam negeri saat itu tidak berlangsung lama. Kurang lebih hanya tiga musim saja PS Pusri melangsungkan kompetisi resmi PSSI tersebut.
Pada musim pertama Galatama 1987/1988, PS Pusri hanya mampu finis pasa posisi 11 dari 14 klub peserta. PS Pusri berhasil mengumpulkan 21 poin dari 26 kali main, 5 menang, 6 imbang dan 15 tumbang.
Kemudian pada musim 1988/1989, PS Pusri finis pada posisi 15 dari 18 kontestan Galatama. PS Pusri hanya mampu mengemas 31 poin dari hasil 34 laga, 12 menang, 7 seri dan 15 kali kalah.
Musim terbaik PS Pusri adalah pada Galatama 1989/1990. Ya, kala itu PS Pusri berhasil finis posisi delapan besar dari 18 peserta. PS Pusri finis dengan koleksi 34 poin dari 34 pertandingan dengan rincian 11 menang, 12 imbang dan 11 kalah. “Ya, kita pernah finis pada posisi delapan besar dari 18 klub,” terang Indrayadi.
Beredar kabar jika PS Pusri mundur atau tidak melanjutkan kompetisi karena ada persoalan di intern manajemen. Padahal saat itu untuk gaji pemain dan bonus tidak pernah terlambat dikucurkan.
“Kalau soal itu saya tidak tahu. Waktu itu saya ikut seleksi Timnas temen-teman bilang baca Koran hari ini katanya Pusri bubar. Awalnya saya tidak percaya tapi begitu lihat Koran benar ternyata,” tambah dia. (ion)