Gubernur Herman Deru Hadiri Harlah NU ke-103 di Lalan Muba, Janji Tinjau Jalan dan Salurkan Bantuan untuk Pesantren

MUBA, viralsumsel.com — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta Tabligh Akbar, Rabu (25/1/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut digelar di Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Desa Karang Agung Sungai Kubu, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Acara ini menghadirkan penceramah nasional KH Said Aqil Siradj dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Lalan. Kehadiran tokoh nasional dan pimpinan daerah membuat suasana acara berlangsung khidmat sekaligus penuh antusiasme.

Kedatangan Gubernur Herman Deru disambut hangat oleh masyarakat Desa Karang Agung. Sejak awal hingga akhir acara, warga tampak memadati lokasi kegiatan sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan atas kehadiran orang nomor satu di Sumsel tersebut.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Abdur Rohman, menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur, khususnya ruas jalan penghubung antara Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Banyuasin. Ia berharap status jalan tersebut dapat ditingkatkan menjadi jalan provinsi agar proses perbaikan dan peningkatan kualitasnya dapat dianggarkan melalui Pemerintah Provinsi Sumsel.

Baca Juga :  Gubernur Lantik Pengurus Pujasuma Sumsel Periode 2022-2027

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Herman Deru mengaku prihatin dengan kondisi jalan di Desa Karang Agung yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Ia pun berjanji akan menurunkan tim teknis dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumsel untuk melakukan peninjauan langsung.

“Dinas Bina Marga Provinsi Sumsel akan turun ke lapangan untuk menghitung dan mengkaji berapa panjang jalan yang perlu diperbaiki agar terkoneksi sampai ke Tungkal Ilir,” tegas Herman Deru.

Selain menyoroti persoalan infrastruktur, Gubernur Herman Deru juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan pendidikan keagamaan. Pada kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan senilai Rp40 juta untuk mendukung fasilitas belajar mengajar di Pondok Pesantren Darul Istiqomah.

“Saya membantu Rp40 juta untuk menunjang kegiatan pendidikan di pondok pesantren ini,” ujar Herman Deru saat menyerahkan bantuan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Ki Heriyanto.

Baca Juga :  Kesadaran Masyarakat Sumsel Ikuti Vaksin Sangat Tinggi 

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Said Aqil Siradj menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng utama dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai ajaran Islam.

“Tidak akan ada ajaran Islam yang kuat tanpa keberadaan dan peran pesantren,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan di pesantren sangat relevan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama bila diterapkan oleh para pemimpin.

Kegiatan Tabligh Akbar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Musi Banyuasin, tokoh masyarakat, para santri, serta warga Desa Karang Agung Kecamatan Lalan. (win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *