BANDA ACEH, viralsumsel.com β Gelandang asal Brasil, Matheus Henrique, kembali mengenakan seragam kebanggaan Persiraja Banda Aceh untuk musim Championship 2025/26, dan kali ini ia datang bukan hanya dengan pengalaman, tetapi juga dengan dendam positif yang belum tuntas.
Pemain bernomor punggung 8 itu berbicara lantang soal ambisinya yang belum selesai, yakni membawa Laskar Rencong ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia: SUPER League. Musim lalu, Matheus menjadi pilar penting tim, namun langkah mereka terhenti sebelum mencapai tiket promosi. Kini, ia kembali dengan tekad lebih besar untuk melanjutkan perjuangan yang tertunda.
“Itu (Persiraja) adalah klub yang menyambut saya dengan sangat baik, terutama para fans, seluruh staf, dan rekan-rekan setim saya. Seolah-olah saya sudah menjadi bagian dari keluarga! Saya merasa nyaman mengenakan jersey ini. Hati saya selalu berdebar lebih kencang untuk Persiraja,” ujar Matheus dengan nada emosional.
Bukan Sekadar Kembali, Tapi Menyelesaikan Misi
Bagi Matheus, Persiraja bukan sekadar klub tempat bermain. Ia merasakan ikatan batin dengan tim yang bermarkas di Stadion H. Dimurthala, bahkan sejak hari pertama bergabung. Itulah yang membuatnya merasa terpanggil untuk kembali dan menyelesaikan apa yang telah ia mulai.
“Musim lalu meninggalkan rasa sesak di hati karena saya sangat ingin membawa klub ini ke SUPER League. Masyarakat Aceh sangat pantas mendapatkannya!” katanya, menggambarkan kekecewaannya musim lalu.
Kini, dengan kepastian dirinya sebagai pemain asing pertama yang diumumkan Persiraja untuk musim ini, Matheus menjanjikan semangat baru. Ia tak sekadar ingin bermain baik, tapi ingin memenangkan hati, pertandingan, dan akhirnya tiket promosi.
“Saya kembali ke klub ini dengan semangat yang lebih besar untuk menang dan membawa Persiraja meraih mimpi lama: promosi ke SUPER League,” tegasnya penuh keyakinan.
Harapan Baru, Energi Baru
Kembalinya Matheus mendapat sambutan hangat dari para pendukung fanatik Lantak Laju. Sosoknya dinilai mampu menjadi pembeda di lini tengah, sekaligus panutan bagi pemain muda dalam tim. Karakter pekerja keras, visi permainan yang matang, serta koneksi emosional dengan klub menjadi nilai lebih yang membuatnya begitu dicintai.
Di tengah persaingan sengit Championship 2025/26, kehadiran Matheus diharapkan dapat menjadi motor permainan dan pengatur ritme tim. Ia diharapkan mampu mengangkat mental rekan-rekan setim, sekaligus menularkan semangat pantang menyerah yang menjadi ciri khasnya.
Musim ini, Persiraja dibangun bukan hanya dengan target bertahan, tetapi dengan visi besar: kembali ke kasta tertinggi. Dengan Matheus di jantung permainan, jalan menuju SUPER League bukan lagi sekadar angan, tapi tantangan yang siap dihadapi bersama. (Lib)