viralsumsel.com, JAKARTA – Agung Maryanto, sopir pribadi Inara Rusli, mengungkap alasan di balik aksinya mengakses rekaman CCTV di rumah sang artis.
Langkah tersebut, menurut kuasa hukumnya Sukardi, murni didorong oleh kekhawatiran terhadap keamanan rumah, bukan niat untuk menyebarkan atau memperjualbelikan rekaman.
Kecurigaan itu muncul setelah Agung menerima laporan dari asisten rumah tangga berinisial Y, yang mengaku mendengar suara tidak biasa dari lantai tiga rumah sehari sebelum rekaman diambil.
Informasi tersebut membuat Agung waspada, terlebih muncul dugaan adanya orang yang tidak dikenal berada di dalam rumah.
“Klien kami bertindak karena rasa tanggung jawab menjaga keamanan, bukan karena kepentingan lain. Ia hanya ingin memastikan situasi rumah aman,” kata Sukardi.Jadi, sehari sebelum AM mengambil CCTV itu, dia mendapat laporan dari ‘Y’ yang merupakan ART di rumah itu. ‘Y’ mengaku mendengar suara-suara ‘aneh’ dari lantai tiga rumah tersebut,” ujar Sukardi.
Sebelum mengakses rekaman, Agung disebut sempat berdiskusi dengan ART Y dan seorang saksi lain berinisial PA. Dari pembicaraan itu, mereka sepakat untuk memeriksa CCTV sebagai langkah antisipasi, mengingat kondisi rumah yang saat itu dinilai mencurigakan.
Sukardi menegaskan, tudingan kliennya mengambil CCTV untuk tujuan komersial tidak berdasar. Ia memastikan Agung tidak pernah menerima uang, fasilitas, ataupun keuntungan apa pun dari rekaman tersebut.
“Tidak ada transaksi, tidak ada bayaran, dan tidak ada keuntungan finansial sama sekali,” tegasnya.
Ia juga membantah anggapan Agung menjalankan perintah pihak tertentu, termasuk Virgoun. Meski mengakui Agung digaji oleh Virgoun, Sukardi menekankan hubungan kerja tersebut tidak berkaitan dengan pengambilan CCTV.
Terkait isu penyerahan rekaman kepada pihak lain, termasuk Wardatina Mawa, Sukardi menyatakan penyidik Bareskrim Polri belum mendalami hal tersebut. Hingga pemeriksaan terakhir, Agung diperiksa seorang diri dan menjawab 14 pertanyaan dari penyidik.
“Klien kami mengakui sebagai orang pertama yang mengakses dan mengambil rekaman CCTV, tapi sejauh ini belum ada pembahasan soal penyerahan ke pihak lain,” jelasnya. (mel)













