PALEMBANG, viralsumsel.com – Manajemen Sriwijaya FC menyayangkan pernyataan terbuka yang disampaikan mantan pelatih kiper, Ferry Rotinsulu, terkait gaji yang belum dibayarkan.
Pernyataan yang disampaikan di media sosial itu dinilai kurang elok, apalagi dilakukan saat klub sedang berjuang membangun kepercayaan kembali di tengah masa transisi dan upaya mendekati sponsor untuk menghadapi musim Pegadaian Liga 2 2025/26.
Mohammad David, yang merupakan Asisten Direktur Kompetisi III PT SOM sekaligus Kepala Pembina Tim Sriwijaya FC, menyatakan kekecewaannya atas cara Ferry menyampaikan keluh kesah.
Ia menegaskan, manajemen sebenarnya terbuka untuk berdiskusi, dan permasalahan seperti tunggakan gaji seharusnya bisa diselesaikan secara internal.
“Saya tidak tinggal diam. Kami sedang terus melakukan pembicaraan dengan pihak manajemen lain untuk segera menyelesaikan masalah tunggakan gaji musim lalu,” ujar David saat diwawancarai, Kamis (10/7/2025).
David juga menyayangkan karena menurutnya, Ferry Rotinsulu telah menjadi bagian penting dalam sejarah klub. Status Ferry sebagai salah satu legenda hidup Sriwijaya FC membuat manajemen tidak pernah menganggap remeh kontribusinya.
Karena itu, keputusan Ferry untuk menyampaikan permasalahan lewat media sosial tanpa komunikasi terlebih dahulu dianggap mengecewakan.
“Ferry adalah legenda. Kami sangat menghargai jasanya sebagai pemain dan pelatih. Tapi kami berharap masalah internal seperti ini sebaiknya dibicarakan secara langsung, bukan diumbar ke publik,” tambah David.
Sponsor Bisa Ragu, Tim Terancam Gagal Dapat Dukungan
Sriwijaya FC, yang saat ini tengah berbenah secara menyeluruh pasca musim lalu, sedang aktif menjajaki kerja sama dengan sejumlah sponsor baru untuk menopang kebutuhan tim dalam mengarungi musim kompetisi mendatang. Namun, curhatan terbuka seperti yang dilakukan Ferry dinilai dapat mencoreng citra klub di mata calon mitra.
“Sekarang ini kami sedang berusaha keras menggaet sponsor. Tindakan seperti ini tentu berisiko membuat mereka ragu,” jelas David.
Ia pun menyadari bahwa keterlambatan gaji menjadi isu sensitif yang sudah lama membayangi klub. Namun manajemen meminta seluruh elemen tim, baik pemain, pelatih, maupun staf, untuk bersabar karena penyelesaian tunggakan menjadi prioritas saat kondisi keuangan mulai stabil.
“Saya harap pemain, pelatih, dan ofisial bisa bersabar. Kami sedang terus berupaya menyelesaikan ini. Klub tengah dibangun kembali dan sponsor mulai menunjukkan ketertarikan. Kita butuh stabilitas dan kepercayaan bersama,” ucapnya.
Sriwijaya FC Butuh Kondisi Kondusif untuk Bangkit
Musim 2025 menjadi momentum penting kebangkitan Sriwijaya FC. Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini sedang dalam tren positif menyusun tim yang kompetitif dan profesional.
Namun manajemen menegaskan bahwa keberhasilan ini sangat bergantung pada kekompakan dan komunikasi yang baik antar semua pihak.
“Setiap dinamika di dalam tim sebaiknya disikapi dengan kepala dingin dan semangat kebersamaan. Kita ingin membangun masa depan, bukan terus menerus menoleh ke belakang,” pungkas David. (bbs)