BANDUNG, viralsumsel.com – Persib Bandung resmi mengumumkan perekrutan gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, pada Rabu (27/8/2025).
Kedatangan pemain berusia 30 tahun ini langsung menyedot perhatian publik sepak bola tanah air, mengingat statusnya sebagai salah satu gelandang terbaik di skuad Garuda dan disebut-sebut memiliki nilai kontrak yang cukup tinggi.
Di balik keberhasilan transfer ini, ternyata tersimpan cerita menarik. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, mengungkap bagaimana proses negosiasi berlangsung hingga akhirnya Thom Haye resmi berseragam Maung Bandung.
Proses Cepat tapi Sulit
Adhitia menjelaskan bahwa proses perekrutan Thom Haye terbilang cepat sekaligus sulit. Pemain keturunan Indonesia-Belanda itu sebenarnya bukan target utama sejak awal jendela transfer.
Namun, pelatih Persib, Bojan Hodak, mengajukan nama Thom sebagai salah satu prioritas untuk memperkuat lini tengah tim juara bertahan BRI Super League 2025/26.
“Prosesnya cukup unik. Sempat muncul di tengah jendela transfer, bukan dari awal. Baru beberapa minggu terakhir ini kita serius menggarap transfer Thom Haye. Jadi memang ada tantangan, terutama karena waktunya mepet jelang ditutupnya bursa transfer,” ungkap Adhitia kepada awak media.
Menurutnya, komunikasi yang intens dilakukan manajemen Persib menjadi kunci keberhasilan. Negosiasi yang cukup rumit akhirnya bisa dituntaskan berkat kesamaan visi antara klub, pelatih, dan sang pemain.
Penguatan Lini Tengah, Bukan Panik Buying
Kehadiran Thom Haye dipastikan membuat lini tengah Persib semakin solid dan variatif. Sebelum kedatangannya, Maung Bandung sudah memiliki deretan gelandang berkualitas seperti Marc Klok, Adam Alis, Dedi Kusnandar, Robi Darwis, Luciano Guaycochea, dan Wiliam Marcilio.
Namun, Adhitia menegaskan bahwa perekrutan Haye bukan karena panik menyusul start yang kurang konsisten di tiga laga awal musim ini. Menurutnya, ini adalah bagian dari strategi memperkuat kedalaman skuad agar Persib bisa bersaing tidak hanya di level domestik, tetapi juga di kancah Asia.
“Kalau dibilang panik, tidak. Ini lebih kepada keseriusan kami. Target kami jelas, bertahan di papan atas BRI Super League dan melangkah sejauh mungkin di AFC Champions League Two. Perekrutan Thom Haye adalah bentuk kesungguhan untuk mencapai target itu,” tegas Adhitia.
Tugas Berat di Musim Panjang
Musim 2025/26 diprediksi akan menjadi salah satu musim tersibuk bagi Persib Bandung. Selain mempertahankan gelar juara liga, Maung Bandung juga harus bersaing dengan klub-klub kuat Asia di AFC Champions League Two.
Itulah sebabnya kedalaman skuad menjadi sangat penting agar pelatih Bojan Hodak bisa melakukan rotasi tanpa mengurangi kualitas permainan.
“Dengan jadwal yang padat dan level persaingan yang tinggi, kami ingin memastikan setiap posisi memiliki opsi terbaik. Thom Haye datang bukan hanya untuk menambah kualitas, tapi juga pengalaman internasional yang dia bawa,” tambahnya.
Siap Beri Dampak Instan
Dengan pengalaman bermain di Eropa bersama klub-klub Belanda, Thom Haye diharapkan bisa memberi dampak instan pada permainan Persib.
Kemampuannya mengatur tempo, distribusi bola akurat, dan kemampuan bertahan-menyerang seimbang menjadikannya senjata baru Maung Bandung.
Bukan hanya Persib yang diuntungkan, kehadiran Thom Haye juga bisa berdampak positif bagi Timnas Indonesia.
Bermain di liga dengan kompetisi ketat sekaligus menjaga performa reguler akan membantu dirinya tetap berada dalam radar pelatih Timnas untuk laga-laga internasional mendatang. (Lib)