4 Sunnah Sebelum Salat Idulfitri yang Sering Terlupakan

PALEMBANG, viralsumsel.com — Menjelang pelaksanaan Salat Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik, tetapi juga menghidupkan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah.

Amalan sunnah ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah sekaligus menambah keberkahan di hari kemenangan.

Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali kepada kesucian setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan. Oleh karena itu, sejumlah sunnah sebelum Salat Idulfitri dianjurkan untuk diamalkan agar makna hari raya semakin terasa mendalam.

Salah satu sunnah yang dianjurkan adalah makan sebelum berangkat salat, terutama dengan mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Amalan ini menjadi penanda bahwa umat Muslim telah menyelesaikan ibadah puasa dan memasuki hari raya yang penuh kebahagiaan.

Baca Juga :  Runtuhnya Kelas Menengah, Bom Waktu bagi Ekonomi Indonesia

Selain itu, mengenakan pakaian terbaik juga menjadi bagian dari sunnah. Tidak harus baru, namun pakaian yang bersih, rapi, dan sopan mencerminkan rasa syukur serta kebahagiaan dalam menyambut Idulfitri.

Penampilan yang baik juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam.

Umat Muslim juga dianjurkan untuk berangkat lebih awal menuju lokasi Salat Idulfitri.

Dengan datang lebih pagi, jamaah memiliki kesempatan untuk memperbanyak takbir, mempererat silaturahmi, serta mendapatkan tempat yang lebih nyaman saat pelaksanaan salat berlangsung.

Sunnah lainnya yang sering dilupakan adalah melalui jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.

Amalan ini memiliki makna sosial yang mendalam, yakni memperluas syiar Islam serta mempererat hubungan antar sesama umat dengan menjangkau lebih banyak orang dalam perjalanan.

Baca Juga :  Herman Deru Optimis RSUP Dr Rivai Abdullah  Percepat Terwujudnya Sumsel Health Tourism

Keempat sunnah tersebut tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga sarat makna kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur.

Dengan mengamalkannya, umat Muslim diharapkan dapat merasakan esensi Idulfitri yang sesungguhnya, yaitu kembali fitrah dan memperkuat tali persaudaraan.

Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan secara resmi oleh pemerintah pada Sabtu, 21 Maret 2026. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *