viralsumsel.com, PALEMBANG – Sumsel United dihadapkan pada situasi krusial dalam delapan laga tersisa putaran ketiga Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Laskar Juaro dituntut tampil nyaris sempurna jika ingin menjaga peluang bersaing di papan atas Grup 1 Wilayah Barat.
Ujian berat sudah menanti pada pekan ke-20, Minggu (22/2/2026). Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumsel United akan menjamu pemuncak klasemen sementara, Garudayaksa FC. Laga ini diprediksi menjadi penentu arah perjalanan tim kebanggaan Sumatera Selatan tersebut.
Dominan Statistik, Minim Hasil
Secara statistik, performa Sumsel United sebenarnya cukup meyakinkan. Dalam laga tandang terakhir menghadapi PSMS Medan, tim asuhan Nilmaizar tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan.
Penguasaan bola mencapai 70 persen dengan 396 umpan sukses dari total 454 percobaan (akurasi 88 persen). Lini depan yang digalang Juninho Cabral dan Diego Dall’Oca juga mencatatkan 15 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran.
Bahkan, Laskar Juaro memperoleh 12 tendangan bebas dan lima sepak pojok yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi peluang emas. Namun efektivitas menjadi persoalan utama. Dari sederet peluang tersebut, hanya satu gol tercipta lewat aksi Diego Dall’Oca pada menit ke-78.
Sebaliknya, PSMS yang hanya mencatatkan 30 persen penguasaan bola justru tampil lebih klinis. Dengan lima tembakan tepat sasaran, tiga di antaranya berbuah gol dan memastikan kemenangan 3-1 atas Sumsel United.
Tantangan Konsistensi
Kekalahan tersebut membuat posisi Sumsel United semakin tertinggal dari Garudayaksa FC dan Adhyaksa FC Banten yang sama-sama meraih kemenangan pada pekan sebelumnya.
Nilmaizar mengakui kondisi timnya tidak mudah. Ia menegaskan bahwa jarak poin kini menjadi tantangan serius, namun menyerah bukan pilihan.
Menurutnya, tren negatif dalam dua laga terakhir harus segera dihentikan. Evaluasi utama difokuskan pada lini serang yang dinilai kurang efektif meski mampu menciptakan banyak peluang.
Hal serupa juga terjadi saat menghadapi Garudayaksa FC pada pekan ke-18. Kala itu, Sumsel United mendominasi dengan 62 persen penguasaan bola, mencatatkan 14 tembakan dan 360 umpan sukses dengan akurasi 88 persen. Namun, laga berakhir tanpa gol.
Fakta ini menegaskan bahwa dominasi statistik tidak selalu sejalan dengan hasil akhir. Tanpa ketajaman penyelesaian dan sedikit sentuhan keberuntungan, peluang emas bisa saja terbuang percuma.
Modal Mental Jelang Laga Krusial
Menghadapi delapan laga sisa, Sumsel United dituntut lebih efektif dan konsisten. Laga kontra pemuncak klasemen menjadi momentum pembuktian apakah Laskar Juaro mampu bangkit atau justru semakin tertinggal dalam perburuan poin.
Dukungan publik Jakabaring diyakini akan menjadi energi tambahan. Namun pada akhirnya, efektivitas di depan gawang serta fokus sepanjang pertandingan akan menjadi kunci. (bbs)







