Catatan Kelam Sriwijaya FC: 27 Laga Tanpa Menang dan Resmi Turun Kasta

PALEMBANG, viralsumsel.com – Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, Sriwijaya FC, resmi terdegradasi ke Liga 3 setelah menjalani musim Pegadaian Championship 2025/2026 tanpa satu pun kemenangan.

Hasil buruk tersebut menjadi catatan paling kelam dalam sejarah perjalanan klub berjuluk Laskar Wong Kito.

Sepanjang kompetisi musim ini, Sriwijaya FC gagal menunjukkan performa kompetitif. Dari total 27 pertandingan yang dijalani, tim hanya mampu mengumpulkan dua poin hasil dari dua kali imbang dan menelan 25 kekalahan.

Statistik tersebut menempatkan Sriwijaya FC di dasar klasemen sekaligus memastikan mereka turun kasta ke Liga 3.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari para pendukung setia Sriwijaya FC yang selama ini dikenal memiliki sejarah besar di sepak bola nasional.

Klub yang pernah berjaya di kompetisi tertinggi Indonesia itu kini menghadapi krisis serius, baik dari sisi prestasi maupun finansial.

Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengaku sangat terpukul dengan situasi yang dialami klub. Ia menyebut keterpurukan Sriwijaya FC bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi persoalan internal yang sudah berlangsung dalam waktu cukup lama.

Baca Juga :  4 Pemain Jakarta Lolos Trial! Ini Bocoran Skuad Final EPA Sriwijaya FC U20

Menurut Anggoro, musim kompetisi 2025/2026 menjadi periode paling berat dalam sejarah pengelolaan klub. Minimnya dukungan sponsor serta mundurnya sejumlah petinggi manajemen, termasuk komisaris utama di tengah kompetisi, membuat kondisi tim semakin sulit.

“Kondisinya memang sudah lama sakit dan bisa dikatakan kronis. Dari sisi finansial maupun dukungan sponsor, ini adalah situasi terburuk yang pernah kami alami. Dampaknya tentu sangat terasa terhadap prestasi tim di lapangan,” ujar Anggoro, Selasa (12/5/2026).

Di tengah tekanan besar yang datang dari berbagai arah, Anggoro mengaku tetap bertahan karena merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan kompetisi hingga akhir musim.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pemain dan tim pelatih yang dinilai tetap menunjukkan profesionalisme meski berada dalam situasi sulit sepanjang musim berjalan.

Baca Juga :  Drama Pekan 23 Pegadaian Championship: Sriwijaya FC Dibantai 0-6, Persaingan Makin Panas

“Mereka tetap berjuang dan menyelesaikan kompetisi dengan profesional meskipun kondisi tim sangat berat. Itu patut diapresiasi,” katanya.

Lebih lanjut, Anggoro menilai degradasi ini harus menjadi momentum evaluasi total bagi Sriwijaya FC untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari manajemen, pembinaan pemain, hingga penguatan finansial klub.

Menurutnya, meskipun pahit, situasi ini harus diterima sebagai proses untuk membangun kembali fondasi klub agar bisa bangkit di masa mendatang.

“Pastinya sangat sedih. Tapi terkadang obat itu memang pahit demi bisa lebih sehat ke depannya. Semua ini demi masa depan Sriwijaya FC,” pungkasnya.

Degradasi Sriwijaya FC ke Liga 3 menjadi pukulan besar bagi sepak bola Sumatera Selatan. Namun di tengah keterpurukan tersebut, publik berharap Laskar Wong Kito mampu bangkit dan kembali menemukan kejayaan yang pernah mereka miliki di pentas sepak bola nasional. (win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *