BANYUASIN, viralsumsel.com – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Cik Ujang mendampingi Djamari Chaniago dalam kunjungan kerja meninjau kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Kamis (7/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat langsung kesiapan operasional kawasan nelayan terpadu yang digagas sebagai program prioritas nasional di sektor kelautan dan perikanan. Pemerintah berharap kawasan ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Cik Ujang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan nelayan di Sumatera Selatan. “Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumsel, khususnya warga Sungsang. Kehadiran Menko Polkam merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat dalam mendukung sektor kelautan dan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.
KNMP Sungsang Jadi yang Pertama di Sumsel

Menurut Cik Ujang, Kampung Nelayan Merah Putih Sungsang merupakan kawasan nelayan pertama di Sumsel yang dibangun melalui program tersebut. Selain itu, lokasi ini juga menjadi kawasan pertama yang ditinjau langsung oleh Menko Polkam. Program ini dinilai sangat strategis karena Kecamatan Banyuasin II memiliki potensi perikanan besar dengan jumlah nelayan mencapai 3.630 orang serta armada kapal dan perahu sebanyak 1.001 unit.
Ia meyakini keberadaan kawasan ini tak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dilengkapi Pabrik Es dan Cold Storage
Cik Ujang menjelaskan, pembangunan KNMP berdiri di atas lahan milik UPTD Pelabuhan Perikanan Sungsang di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel.
Dari total 15 fasilitas yang dibangun, beberapa sarana utama dinilai sangat membantu aktivitas nelayan, di antaranya pabrik es berkapasitas 1–2 ton per hari serta cold storage berkapasitas 10 ton. “Fasilitas ini penting agar hasil tangkapan nelayan tetap segar, kualitas terjaga, dan harga jual ikan lebih stabil,” katanya.

Usulkan SPBUN dan Jembatan Permanen
Selain memuji pembangunan kawasan tersebut, Pemprov Sumsel juga mengusulkan tambahan fasilitas berupa SPBUN Sungsang atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan agar masyarakat lebih mudah memperoleh BBM bersubsidi.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga mendorong pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan jalan utama menuju kompleks KNMP Sungsang IV. Menurut Cik Ujang, akses jalan yang baik sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil perikanan serta mobilitas masyarakat sekitar.
Sumsel Ajukan 7 Kampung Nelayan Baru
Dalam kesempatan itu, Cik Ujang juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia atas pembangunan KNMP Sungsang pada 2025. Ia mengungkapkan bahwa Pemprov Sumsel telah mengusulkan pembangunan kawasan serupa di tujuh kabupaten/kota pada 2026.

“Kami berharap usulan tersebut dapat diakomodasi pemerintah pusat sebagai bagian dari komitmen membangun sektor kelautan Sumsel,” ujarnya.
Menko Polkam Pastikan Dukungan Pusat
Sementara itu, Djamari Chaniago menegaskan kunjungan ini menjadi bagian evaluasi pemerintah pusat terhadap pelaksanaan program prioritas di wilayah perairan dan kawasan nelayan. Ia memastikan pemerintah akan terus mendorong sinergi lintas sektor agar program strategis seperti Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja Menko Polkam di Sumsel yang berfokus pada pembangunan kawasan strategis dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. (bbs)







