Suasana Tegang di KPT Tanjung Senai, DPRD Ogan Ilir Soroti Hak Aspirasi Warga

Ogan Ilir, viralsumsel.com – Suasana di Lapangan KPT Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, mendadak memanas pada Rabu (29/4/2026). Massa yang digambarkan sebagai elemen buruh dan sopir angkutan terlihat merangsek menuju area simulasi Kantor DPRD Kabupaten Ogan Ilir hingga memicu ketegangan di lokasi.

Kericuhan tersebut merupakan bagian dari simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar jajaran Polres Ogan Ilir menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Dalam kegiatan tersebut, DPRD Ogan Ilir hadir secara langsung sebagai bagian dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memantau kesiapan aparat keamanan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas.

Bagi DPRD Ogan Ilir, kehadiran dalam simulasi itu bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan memastikan bahwa penanganan aksi massa dan penyampaian aspirasi masyarakat tetap dilakukan sesuai prosedur serta tidak mengabaikan hak-hak sipil warga. “Keamanan daerah adalah prioritas. Namun, penyampaian aspirasi rakyat harus tetap mendapatkan ruang yang aman dan tertib,” tegas perwakilan DPRD Ogan Ilir di sela kegiatan.

Dalam simulasi tersebut, aparat keamanan memperagakan berbagai skenario penanganan massa, mulai dari aksi unjuk rasa damai hingga kondisi eskalasi yang berujung ricuh. Situasi semakin menegangkan ketika massa simulasi mulai mendorong barikade petugas dan memaksa masuk ke area yang dijaga aparat.

Baca Juga :  Inflasi Palembang Desember 2025 Turun ke 2,92 Persen, Pemkot Optimistis Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Petugas antihuru-hara kemudian diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengendalian massa sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Bagi DPRD Ogan Ilir, simulasi semacam ini penting dilakukan untuk memastikan kesiapan aparat dalam menghadapi situasi riil di lapangan, terutama pada momentum besar yang berpotensi memunculkan konsentrasi massa dalam jumlah besar.

Legislatif menilai kesiapan aparat keamanan harus dibarengi dengan pendekatan humanis agar penanganan aksi masyarakat tetap mengedepankan prinsip demokrasi dan perlindungan hak warga negara. DPRD Ogan Ilir juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas daerah.

Menurut dewan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder menjadi faktor utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang May Day. “Kondusivitas daerah harus dijaga bersama. Sinergi antarinstansi sangat penting agar situasi tetap aman tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat,” ujar salah satu anggota DPRD yang hadir dalam simulasi tersebut.

Simulasi Sispamkota itu sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana pengamanan yang dimiliki kepolisian. DPRD Ogan Ilir memandang langkah preventif seperti ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun stabilitas ekonomi daerah.

Baca Juga :  Gerindra Singkirkan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS dari Kursi Ketua DPC Setelah Umrah di Tengah Bencana

Selain menguji kesiapan personel, simulasi tersebut juga menjadi media koordinasi dalam memperkuat pola komunikasi antarinstansi saat menghadapi situasi darurat di lapangan. DPRD Ogan Ilir menegaskan bahwa keamanan daerah harus tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai demokrasi.

Legislatif berharap setiap penanganan aksi masyarakat ke depan dapat dilakukan secara profesional, terukur, dan mengedepankan dialog agar tidak memicu konflik berkepanjangan. Melalui keterlibatan aktif dalam simulasi ini, DPRD Ogan Ilir menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya stabilitas wilayah yang aman dan kondusif.

Tujuan utamanya adalah memastikan roda perekonomian, pelayanan publik, dan aktivitas sosial masyarakat tetap berjalan normal meskipun dihadapkan pada momentum yang berpotensi memunculkan dinamika massa besar. DPRD juga berharap kesiapan aparat keamanan yang terus diasah melalui simulasi seperti ini dapat meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara dalam menjaga ketertiban daerah. (win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *