Inflasi Palembang Desember 2025 Turun ke 2,92 Persen, Pemkot Optimistis Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

PALEMBANG, viralsumsel.com Pemerintah Kota Palembang menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di penghujung tahun 2025. Berdasarkan Rilis Resmi Statistik Inflasi yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang pada Senin (5/1/2026), inflasi year-on-year (yoy) Kota Palembang pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen dibandingkan inflasi pada November 2025. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif di tengah tingginya permintaan masyarakat selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, yang diwakili Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani, menyampaikan bahwa tren penurunan inflasi tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah intervensi pasar yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Penurunan ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil, meskipun tekanan permintaan cukup tinggi di akhir tahun,” ujar Isnaini.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi. Salah satunya adalah emas perhiasan, yang harganya terpengaruh oleh dinamika pasar global, ekspektasi suku bunga internasional, serta kondisi geopolitik dunia.

Baca Juga :  Walikota Palembang Sambut Baik Audiensi YPLP PGRI Kota Palembang

Selain faktor global, tantangan cuaca dan bencana alam di sejumlah daerah penghasil juga berdampak pada ketersediaan pasokan pangan. Isnaini menjelaskan bahwa gagal panen di sektor pertanian dan perikanan turut memengaruhi stok komoditas strategis seperti bawang merah dan daging ayam ras di pasar Kota Palembang.

Kondisi alam di beberapa wilayah produsen menyebabkan pasokan menurun, sehingga memberi tekanan terhadap harga di tingkat konsumen,” jelasnya.

Tak hanya sektor pangan, kelompok transportasi seperti bensin dan angkutan udara juga menjadi penyumbang inflasi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang Nataru.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah Kota Palembang tetap optimistis inflasi dapat dijaga sesuai target nasional di kisaran 2,5 ± 1 persen. Berbagai strategi terus digencarkan, mulai dari Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin pasokan, pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah, hingga pemberian subsidi harga yang tepat sasaran.

Baca Juga :  Antusias Warga di Acara Bagi Sembako dan Jemput Bola Dokumen Kependudukan Bersama Ratu Dewa

Selain itu, Pemkot juga melakukan rehabilitasi jalan dan revitalisasi pasar guna memastikan distribusi logistik berjalan lancar. Edukasi kepada masyarakat melalui media massa pun terus dilakukan agar tidak terjadi panic buying.

Menjelang bulan suci Ramadhan, Pemkot Palembang juga mulai melakukan pemetaan stok pangan secara intensif. Langkah ini dilakukan agar stabilitas harga tetap terjaga saat konsumsi masyarakat meningkat.

“Kita ingin ketika masyarakat menjalankan ibadah puasa, kondisi pasar sudah normal dan belanja masyarakat tetap efisien,” tambah Isnaini.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Palembang Edi Subeno, SE, M.Si. menilai langkah-langkah yang dilakukan Pemkot Palembang sudah berada di jalur yang tepat.

“Alhamdulillah, inflasi mulai menunjukkan penurunan. Kuncinya ada pada ketersediaan stok yang cukup. Harapannya, selain harga yang terjaga, pendapatan masyarakat juga ikut meningkat,” pungkasnya. (nto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *