Pajak Daerah Sumsel Tembus Rp2,45 Triliun, Baru 60,34 Persen dari Target 2026

PALEMBANG, viralsumsel.com — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan mencatat realisasi penerimaan pajak daerah mencapai Rp2,45 triliun hingga 14 Agustus 2026.

Angka tersebut setara dengan 60,34 persen dari target penerimaan pajak daerah Sumsel sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp4,07 triliun.

Kepala Bapenda Sumsel Achmad Rizwan mengatakan, capaian penerimaan tersebut berasal dari sejumlah sektor pajak daerah. Dari tujuh sektor yang menjadi sumber penerimaan, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) menjadi penyumbang terbesar.

“ Sektor terbesar disumbang dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor. Pajak air permukaan saat ini sudah on the track, berjalan sesuai rencana dan target di angka 60 persen lebih dengan program Siguntang ini,” ujar Achmad Rizwan di Palembang, Selasa (18/8/2026).

PBB-KB Jadi Penyumbang Terbesar

Berdasarkan data Bapenda Sumsel, penerimaan PBB-KB hingga 14 Agustus 2026 telah mencapai Rp1,13 triliun. Realisasi tersebut setara dengan 73,23 persen dari target penerimaan PBB-KB tahun ini yang mencapai Rp1,54 triliun.

Selain PBB-KB, sejumlah sektor pajak lainnya juga menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Penerimaan Pajak Air Permukaan tercatat sebesar Rp23,54 miliar, atau mencapai 68,62 persen dari target Rp34,31 miliar.

Baca Juga :  Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi Resmi Launching Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2024, Berlaku 19 Agustus - 14 Desember 2024 

Kemudian, penerimaan Pajak Alat Berat mencapai Rp3,48 miliar atau 55,36 persen dari target Rp6,30 miliar. Sementara itu, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) telah terealisasi Rp456,30 miliar atau 54,62 persen dari target Rp835,43 miliar.

Untuk Pajak Rokok, realisasi penerimaan mencapai Rp398,44 miliar atau 53,50 persen dari target Rp744,77 miliar. Adapun penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercatat Rp434,30 miliar. Angka tersebut baru mencapai 49,63 persen dari target Rp875,04 miliar.

Opsen Pajak MBLB Masih Rendah

Di sisi lain, sektor dengan realisasi penerimaan paling rendah berasal dari opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Hingga 14 Agustus 2026, penerimaan dari sektor tersebut baru mencapai Rp8,35 miliar, atau 28,55 persen dari target Rp29,27 miliar.

Achmad menjelaskan, rendahnya capaian tersebut berkaitan dengan proses penyerapan penggunaan pajak galian di kabupaten dan kota yang masih berlangsung.

Meski demikian, Bapenda Sumsel optimistis penerimaan dari sektor opsen pajak MBLB masih dapat meningkat hingga akhir tahun. Bapenda Sumsel akan terus melakukan optimalisasi terhadap seluruh sumber penerimaan pajak daerah guna mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  DPRD Sumsel Genjot Optimalisasi PAD, Pansus III Kupas Tuntas LKPJ 2025 Bersama Bapenda

Program Siguntang Menyapa Diperkuat

Selain mengoptimalkan penagihan, Bapenda Sumsel juga menjalankan program Siguntang Menyapa sebagai salah satu strategi meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.

Program tersebut dilaksanakan setiap Selasa dengan menyambangi sejumlah pusat perekonomian, sekolah, hingga lingkungan perkantoran pemerintah.

Melalui pendekatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga mengingatkan masyarakat yang masih memiliki tunggakan pajak agar segera memenuhi kewajibannya.

“Untuk Siguntang di tahun 2026 ini merupakan tahun pertama berjalan. Dari total 30.000 penunggak pajak yang terdata, sebanyak 3.600 penunggak sudah kita ingatkan secara persuasif untuk membayar pajaknya,” jelas Achmad.

Dengan berbagai langkah tersebut, Bapenda Sumsel menargetkan seluruh sektor pajak daerah dapat terus mengalami peningkatan hingga penghujung 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih memiliki waktu untuk mengejar kekurangan penerimaan sekitar Rp1,62 triliun dari target Rp4,07 triliun.

Optimalisasi penagihan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta penguatan program sosialisasi diharapkan mampu mendongkrak penerimaan sehingga target pajak daerah Sumsel 2026 dapat tercapai. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *