Mobil Bekas Makin Dilirik, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 77,64 Persen

JAKARTA, viralsumsel.com – Tren kebutuhan kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu peluang yang terus diperhatikan industri pembiayaan otomotif. Di tengah masyarakat yang semakin selektif menyesuaikan pilihan kendaraan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial, segmen mobil bekas dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) yang melihat pembiayaan mobil bekas masih memiliki prospek untuk dikembangkan secara terukur di tengah dinamika pasar otomotif nasional.

Peluang tersebut berlangsung bersamaan dengan mulai membaiknya pasar otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil baru secara wholesales sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 599.491 unit.

Angka tersebut meningkat 20,1 persen secara tahunan. Sementara penjualan secara retail mencapai 594.984 unit, atau tumbuh 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Momentum positif juga terlihat pada Agustus 2026. Penjualan mobil secara retail tercatat mencapai 83.442 unit, sekaligus menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas pasar otomotif mulai memperoleh momentum yang lebih positif.

Meski demikian, menurutnya, pasar mobil bekas memiliki karakteristik serta dinamika permintaan yang berbeda sehingga perlu mendapatkan pendekatan tersendiri.

Baca Juga :  Wujudkan Keuangan Inklusif, BRI Finance Siapkan Pembiayaan UMKM Sesuai POJK 19/2025

“Mobil bekas tetap menjadi pilihan bagi konsumen yang mencari kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau. Bagi kami, kebutuhan tersebut membuka ruang untuk memperkuat pembiayaan mobil bekas secara selektif, dengan tetap memperhatikan profil konsumen dan kualitas aset,” ujar Dhani.

Mobil Bekas Jadi Alternatif Kendaraan Terjangkau

Minat masyarakat terhadap kendaraan bekas juga masih terlihat pada segmen mobil dengan harga yang relatif terjangkau.

Sejumlah pelaku industri melihat kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV), khususnya yang berada pada kisaran harga di bawah Rp200 juta, masih menjadi salah satu pilihan yang banyak dicari konsumen.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa faktor keterjangkauan masih menjadi pertimbangan penting masyarakat ketika menentukan kendaraan yang akan dibeli.

Bagi konsumen, mobil bekas dapat menjadi alternatif untuk memperoleh kendaraan dengan harga yang lebih sesuai dengan kemampuan finansial. Sementara bagi perusahaan pembiayaan, kondisi tersebut membuka peluang untuk memperluas penyaluran pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kualitas aset.

Dari sisi kinerja, peluang tersebut juga tercermin pada pertumbuhan pembiayaan mobil bekas BRI Finance.

Hingga Mei 2026, pembiayaan mobil bekas BRI Finance tercatat tumbuh 77,64 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan terhadap pembiayaan kendaraan bekas masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Baca Juga :  KAI Logistik Dukung Kelancaran Konektivitas Logistik UMKM di Masa Puncak Akhir Tahun

Perkuat Jaringan dan Kemitraan Dealer

Untuk meningkatkan penetrasi pada segmen mobil bekas, BRI Finance terus mengoptimalkan jaringan pembiayaan serta memperkuat kerja sama dengan dealer.

Perseroan juga meningkatkan kualitas proses akuisisi dan layanan kepada konsumen. Langkah tersebut dilakukan agar pertumbuhan pembiayaan tetap berjalan beriringan dengan pengelolaan risiko yang terukur.

Dhani menegaskan, perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan penyaluran pembiayaan. Perkembangan pasar dan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor yang diperhatikan dalam menentukan strategi pembiayaan.

“Pertumbuhan pembiayaan tetap kami dorong dengan pendekatan yang selektif. Kami terus mencermati perkembangan pasar dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pembiayaan,” kata Dhani.

BRI Finance memandang segmen mobil bekas memiliki peran dalam memberikan alternatif kepemilikan kendaraan bagi masyarakat dengan kebutuhan serta kemampuan finansial yang beragam.

Dengan memperkuat jaringan pembiayaan, membangun kemitraan dengan dealer dan meningkatkan kualitas proses pembiayaan, BRI Finance akan terus mengembangkan segmen mobil bekas secara terukur dan berkelanjutan.

Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya aktivitas pasar otomotif nasional, aspek keterjangkauan tetap menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *