OGAN ILIR, VIRALSUMSEL.COM – SSB Palembang Soccer Skills (PSS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan sepak bola usia dini. Kali ini, SSB PSS memastikan keikutsertaannya dalam Liga Grassroot Indonesia Sumsel yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Ogan Ilir pada 22 dan 23 Agustus 2026.
Dalam ajang tersebut, SSB PSS akan menurunkan dua kelompok umur, yakni U10 dan U12. Kehadiran dua tim ini menjadi bagian dari upaya Laskar Menyala untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda merasakan atmosfer pertandingan sekaligus mengukur perkembangan mereka setelah menjalani program latihan secara rutin.
Ketua Umum SSB PSS, Edi Triono, membenarkan keikutsertaan timnya dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, setiap pertandingan yang diikuti para pemain merupakan bagian penting dari proses pembinaan.
Edi mengatakan, SSB PSS tidak memasang target khusus berupa gelar juara dalam setiap turnamen yang diikuti. Fokus utama klub adalah memberikan pengalaman bertanding sebanyak mungkin kepada pemain sekaligus melihat sejauh mana perkembangan mereka selama mengikuti latihan.
“Tidak ada target khusus dalam setiap turnamen. Yang paling penting bagi kami adalah melihat perkembangan pemain setelah menjalani latihan. Pengalaman bertanding akan sangat bermanfaat bagi pemain untuk meningkatkan kemampuan dan mental mereka,” ujar Edi.
Menurutnya, pertandingan kompetitif memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sesi latihan. Saat bertanding, pemain harus mampu menerapkan materi yang telah dipelajari, mengambil keputusan dalam waktu singkat, bekerja sama dengan rekan setim serta menghadapi tekanan pertandingan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu pemain memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dari hasil pertandingan pula, tim pelatih dapat melakukan evaluasi terhadap aspek teknik, fisik, pemahaman permainan hingga mental bertanding.
Turunkan Dua Kelompok Umur
Pada Liga Grassroot Indonesia Sumsel kali ini, SSB PSS akan mengirimkan pemain dari dua kategori usia. Tim U12 akan bersaing dengan sejumlah peserta dari berbagai daerah dan sekolah sepak bola.
Berdasarkan daftar calon peserta, kategori U12 diikuti sejumlah tim, di antaranya Bumara 1, Patra Muda Pertalite, MFC, Repay Gelumbang, Keris FC, PS Gelumbang, Bumara 2, Warios SS Gold, Patra Muda Pertamax, PSDS, Warrior SS Blue, PSS Merah, Tanjung Raja FC, Putra Sunda, SAS Biru dan SAS Orange.
Sementara pada kategori U10, terdapat sejumlah peserta yang juga akan meramaikan kompetisi. Beberapa di antaranya Bumara 1, Patra Muda Pertalite, Putra Buana OKI, Bumara 2, Lorok FC, SSB Kelekar, PSS, Patra Muda Pertamax, SAS dan Putra Sunda.
Keikutsertaan SSB PSS pada dua kelompok umur tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda. Selain mengejar hasil pertandingan, para pemain akan mendapatkan kesempatan menghadapi karakter permainan dari tim-tim lain.
Bagi tim pelatih, turnamen seperti ini juga menjadi salah satu sarana untuk melihat perkembangan pemain secara lebih objektif. Kemampuan yang terlihat saat latihan dapat berbeda ketika pemain berada dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
Karena itu, evaluasi setelah turnamen menjadi bagian yang tidak kalah penting. Setiap pertandingan dapat dijadikan bahan untuk memperbaiki kekurangan dan menyusun program latihan berikutnya.
Pengalaman Jadi Bagian Penting Pembinaan
SSB PSS selama ini terus mendorong pemain usia dini untuk mendapatkan pengalaman bermain secara berkelanjutan. Menurut Edi, proses pembinaan tidak dapat hanya mengandalkan latihan rutin.
Pemain membutuhkan pengalaman bertanding agar mampu memahami situasi permainan secara langsung. Semakin banyak pengalaman yang didapatkan, diharapkan kemampuan mengambil keputusan, komunikasi antarpemain dan kepercayaan diri mereka ikut berkembang.
“Turnamen menjadi bagian dari proses belajar pemain. Mereka bisa merasakan langsung bagaimana menerapkan hasil latihan ketika menghadapi lawan. Dari sana, kami bisa melihat apa yang sudah berkembang dan apa yang masih perlu diperbaiki,” katanya.
Edi menegaskan, SSB PSS akan tetap mengedepankan proses pembinaan. Hasil pertandingan memang penting, tetapi perkembangan pemain menjadi perhatian utama.
Ia berharap para pemain yang tampil di Liga Grassroot Indonesia Sumsel dapat menikmati setiap pertandingan, bermain dengan disiplin serta menunjukkan semangat dan sportivitas.
Keikutsertaan dua tim SSB PSS di ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan pemain muda di Sumatera Selatan. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, pemain diharapkan semakin terbiasa menghadapi pertandingan dan memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan perkembangan mereka ke jenjang berikutnya.
Bagi Laskar Menyala, setiap turnamen bukan hanya tentang menang atau kalah. Lebih dari itu, pertandingan menjadi ruang belajar bagi pemain untuk berkembang, membangun mental kompetitif dan menikmati proses menjadi pesepak bola yang lebih baik. (bbs/ion)






