MANCHESTER, viralsumsel.com — Gelandang Belanda keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City.
Pemain berusia 27 tahun itu kini melanjutkan karier di Arab Saudi setelah bergabung dengan Al Qadsiah melalui transfer permanen.
Manchester City mengonfirmasi kepergian Reijnders melalui akun media sosial resmi klub pada Selasa (19/8) waktu setempat. Kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan singkat Reijnders bersama The Citizens setelah hanya satu musim berada di Etihad Stadium.
Dalam pengumumannya, Manchester City menyampaikan bahwa Reijnders telah menyelesaikan kepindahan permanen ke Al Qadsiah, dengan proses transfer masih menunggu izin internasional.
“Semoga sukses,” tulis Manchester City dalam pengumuman kepergian sang gelandang.
Tak berselang lama, Al Qadsiah juga memperkenalkan Reijnders sebagai pemain anyar mereka. Klub Arab Saudi tersebut menyambut kedatangan pemain keturunan Indonesia itu melalui unggahan di media sosial yang menampilkan foto Reijnders.
Hanya Semusim di Manchester City
Reijnders sejatinya baru bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025. Saat itu, ia masih terikat kontrak bersama klub hingga 2030.
Namun, situasi berubah setelah Manchester City melakukan penyesuaian komposisi skuad. Menurut laporan Sport Bible, Reijnders tidak masuk dalam proyek pelatih Enzo Maresca untuk musim berikutnya.
Manchester City disebut masih membutuhkan tambahan kekuatan di lini tengah. Terlebih, klub baru saja kehilangan Rodri yang memilih melanjutkan karier bersama Barcelona.
Situasi tersebut membuat masa depan Reijnders di Etihad Stadium menjadi tidak pasti. Pada akhirnya, sang pemain memilih menerima tawaran Al Qadsiah dan membuka lembaran baru di kompetisi Arab Saudi.
Kepindahan ini menjadi salah satu perubahan penting dalam perjalanan karier Reijnders. Setelah sebelumnya tampil di kompetisi elite Eropa bersama Manchester City, kini ia akan menghadapi tantangan berbeda di sepak bola Arab Saudi.
Reijnders Sampaikan Salam Perpisahan
Meski hanya menjalani satu musim, Reijnders tetap meninggalkan kesan positif terhadap Manchester City. Ia mengaku bangga pernah menjadi bagian dari skuad yang mampu meraih dua trofi pada musim sebelumnya.
Menurut Reijnders, pengalaman tersebut akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan karier profesionalnya.
“Menjadi bagian dari skuad yang memenangkan dua trofi spesial pada musim lalu merupakan pengalaman dan pencapaian luar biasa yang akan selalu saya kenang,” ujar Reijnders.
Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk melanjutkan perjalanan karier bukan berarti menghapus kedekatan emosionalnya dengan Manchester City.
Reijnders memastikan klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut akan tetap memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya.
“Saya mungkin akan melanjutkan perjalanan, tetapi Manchester City akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya,” katanya.
Al Qadsiah Tebus Reijnders Rp1,4 Triliun
Kepindahan Reijnders ke Al Qadsiah juga melibatkan nilai transfer yang cukup besar. Pakar transfer Fabrizio Romano melaporkan bahwa klub Arab Saudi tersebut menebus sang pemain dengan nilai mencapai 60 juta pound sterling atau sekitar Rp1,4 triliun.
Nilai transfer tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan Al Qadsiah terhadap kemampuan Reijnders. Pemain yang memiliki darah Indonesia dari garis keluarganya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian penting dari proyek klub dalam menghadapi persaingan kompetisi domestik Arab Saudi.
Bagi Reijnders, transfer ini membuka tantangan baru sekaligus memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berbeda setelah sebelumnya mencicipi ketatnya persaingan sepak bola Eropa bersama Manchester City.
Kini, publik sepak bola akan menantikan kiprah Reijnders bersama Al Qadsiah. Perhatian juga akan tertuju pada bagaimana gelandang asal Belanda tersebut beradaptasi dengan lingkungan baru dan membuktikan kualitasnya di kompetisi Arab Saudi. (bbs/ion)






