viralsumsel.com ,MAGELANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Cik Ujang, secara resmi bergabung dalam kegiatan Retreat Kepala Daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Ia menyusul Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, yang telah lebih dahulu berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sejak hari pertama.
Setibanya di kompleks Akmil Magelang, Kamis (27/2) pagi, Cik Ujang terlihat gagah mengenakan atribut ala militer. Dengan semangat tinggi, ia menyampaikan tekadnya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang dalam retreat ini.
“Kegiatan hari ini di Akmil Magelang, di Lembah Tidar, dalam rangka mengikuti program retreat kepala daerah yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Semangat terus, tidak ada kata menyerah!” ujar Cik Ujang dengan penuh antusias.
Menguji Ketahanan Fisik dan Mental
Pada hari pertamanya bergabung dalam retreat, Cik Ujang langsung mengikuti salah satu kegiatan utama, yaitu pendakian Gunung Tidar yang berada di kompleks Akmil Magelang. Pendakian ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari upaya membangun mental kepemimpinan yang kuat dan disiplin tinggi.
Selain pendakian, para peserta juga akan menjalani berbagai latihan yang bertujuan memperkuat karakter kepemimpinan, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Selama kegiatan berlangsung, para kepala daerah diajak untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam menjalankan pemerintahan, sekaligus mencari solusi yang inovatif dan berkelanjutan.
Momen Berharga untuk Berbagi Pengalaman dan Wawasan
Menurut Cik Ujang, retreat ini tidak hanya memberikan pengalaman fisik yang luar biasa, tetapi juga menjadi ajang penting bagi para kepala daerah untuk mempererat hubungan dan berbagi pengalaman dalam memimpin daerah masing-masing.
“Retreat ini memberikan wawasan baru tentang berbagai tantangan dan solusi yang dihadapi oleh daerah-daerah. Kita diberikan kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai pengembangan daerah berbasis inovasi dan keberlanjutan. Tentunya, semua ilmu yang kita dapatkan di sini akan kita implementasikan di Sumatera Selatan,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk menjalin komunikasi yang lebih erat antar kepala daerah. Dengan diskusi terbuka dan berbagi pengalaman, mereka dapat memperoleh perspektif baru yang dapat diterapkan dalam pembangunan di daerah masing-masing.
Dukungan dari Pemerintah Pusat
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sebelumnya telah menjelaskan bahwa retreat ini dirancang untuk membangun ikatan emosional serta memperkuat kerja sama antar kepala daerah. Dengan pola diskusi terbuka, para peserta diberi ruang untuk membahas berbagai isu yang relevan dengan kepemimpinan dan pemerintahan daerah.
“Retreat ini dikemas dalam bentuk diskusi terbuka, di mana para kepala daerah dapat berbagi pengalaman, belajar dari satu sama lain, dan membangun jejaring yang lebih kuat,” ujar Tito Karnavian.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengungkapkan bahwa para pemateri dalam retreat ini sebagian besar merupakan tokoh dari dalam negeri yang memiliki pengalaman luas di bidang kepemimpinan. Salah satu yang paling dinantikan adalah sesi pengarahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sejak dimulai pada 21 Februari 2025 lalu, retreat ini telah menjadi wadah penting bagi para kepala daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka. Gubernur Sumsel, Herman Deru, telah mengikuti kegiatan ini sejak awal dan aktif dalam berbagai sesi yang diselenggarakan. Retreat ini dijadwalkan akan ditutup pada Jumat (28/2/2025) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mengasah Kepemimpinan demi Kemajuan Daerah
Program retreat ini menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah masing-masing. Dengan kombinasi latihan fisik, mental, dan wawasan kebangsaan, diharapkan kepala daerah dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat yang mereka pimpin.
Sebagai pemimpin daerah, Cik Ujang menyadari bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, ilmu dan pengalaman yang ia peroleh dalam retreat ini akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan.
“Kami berharap, setelah mengikuti retreat ini, kami dapat menerapkan strategi yang lebih efektif dalam membangun Sumsel. Yang terpenting, bagaimana kita bisa menjadi pemimpin yang lebih baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (win)






