PALEMBANG, viralsumsel.com – Menjelang bergulirnya kompetisi Pegadaian Liga 2 Championship musim 2025/2026, pelatih kepala Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, menyatakan bahwa dirinya tidak merasa khawatir dengan stok pemain yang menempati posisi gelandang.
Menurut pelatih yang akrab disapa Coach Azul ini, komposisi lini tengah Laskar Wong Kito saat ini sangat kompetitif dan memiliki kedalaman skuad yang memadai.
“Untuk lini tengah, kami punya banyak opsi. Jadi saya tidak merasa khawatir. Pemain-pemain yang kami miliki di sektor ini memiliki karakteristik berbeda yang bisa disesuaikan dengan strategi permainan,” ujar Coach Azul kepada awak media, Kemarin.
Ia menyebutkan sejumlah nama gelandang yang telah siap bersaing memperebutkan posisi inti. Di antaranya ada Muhammad Rafif, pemain muda potensial asal Palu yang menunjukkan perkembangan signifikan sejak bergabung dengan tim.
Selain itu, Farhan Febriansyah, salah satu pilar dari skuad musim lalu, juga tetap menjadi andalan di sektor tengah. Nama Ade Suryana, pemain serba bisa yang memiliki visi bermain yang baik, juga dipastikan bakal mendapat menit bermain yang cukup pada musim ini.
“Selain itu, untuk posisi gelandang serang atau playmaker, kami punya Rendy Juliansyah. Dia pemain yang cerdas, punya kontrol bola yang baik, dan bisa menjadi pembeda dalam situasi genting,” jelas Coach Azul, memuji kualitas mantan pemain Timnas U-19 tersebut.
Dengan beragam pilihan ini, pelatih asal Sumatera Selatan itu merasa optimistis bisa membentuk formasi lini tengah yang solid dan dinamis.
Ia menekankan bahwa keberagaman karakter para gelandang akan menjadi kekuatan tersendiri bagi tim dalam menghadapi lawan-lawan yang memiliki gaya permainan yang berbeda-beda.
“Setiap pertandingan punya tantangan taktis yang berbeda. Dengan variasi gelandang yang kami miliki, kami bisa melakukan rotasi dan adaptasi dengan lebih fleksibel,” tambahnya.
Coach Azul juga menegaskan bahwa meskipun stok pemain di sektor tengah cukup melimpah, persaingan antar pemain tetap berjalan secara sehat dan profesional. Ia berharap seluruh pemain tetap fokus dan bekerja keras dalam setiap sesi latihan.
“Yang terpenting adalah etos kerja. Kami ingin semua pemain, baik senior maupun junior, saling memotivasi dan berjuang demi tujuan yang sama, yaitu membawa Sriwijaya FC kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia,” tutupnya.
Dengan komposisi yang menjanjikan di lini tengah, harapan besar kembali muncul di benak para pendukung setia Laskar Wong Kito. Musim ini, Sriwijaya FC tidak hanya mengincar kemenangan demi kemenangan, tetapi juga menargetkan promosi ke Liga 1 sebagai bentuk kebangkitan klub legendaris asal Sumatera Selatan ini. (bbs)