VIRALSUMSEL.COM, BANYUASIN – Profesi make up artist (MUA) kini semakin banyak diminati kalangan perempuan. Tak hanya di kota besar saja sperti Palembang, masyarakat di sejumlah kabupaten atau kota lain di Sumatera Selatan (Sumsel) pun kini mulai bersaing menggeluti profesi sebagai seorang penata rias.
Mereka (para MUA) pun merasa tak puas sekedar menggeluti profesi ini untuk kepentingan pernikahan saja. Di lain kesempatan merekapun menjadi make up model, wisudawan dan sebagainya.
Salah satunya seperti yang dilakukan Astiani, perempuan dari Desa Purwosari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin. Astiani sudah cukup terkenal di daerah Banyuasin. Bahkan Sumatera Selatan sekalipun karena tata riasnya yang disukai.
Tak hanya sebagai tata rias pernikahan, ia juga bisa disewa sebagai tata rias khitanan, wisudawan, panitia acara, model pemotretan dan sebagainya. Pemilik salon Adel Yani ini pun pernah mengikuti kompetisi Palembang Wedding Festival pada tahun 2020 yang diikuti sejumlah MUA di Sumatera Selatan.
Meskipun tidak mendapatkan juara namun ia sangat merasa senang dapat mengikuti kompetisi ini. “Untuk saya pribadi, sangat senang sekali karena ini baru pertama kali, biasanya hanya ikut perlombaan di tingkat kabupaten saja, dan bukan kemenangan yang saya cari, yang terpenting adalah pengalaman dan keberanian menunjukkan bakat kita” ucap perempuan yang sudah menggeluti bidang tata rias sejak tahun 2001 tersebut.
“Saya juga merasa puas karena model yang saya rias pada kompetisi ini tersenyum sumringah setelah melihat hasilnya, karena kata ibunya yang kebetulan teman saya, Geta (model) ini jarang untuk tersenyum ketika sehabis dirias, jadi ketika saya melihat ia tersenyum saya benar-benar merasa puas” tambah MUA berkacamata tersebut.
Astiani juga mengatakan bahwa di Banyuasin, tak terkecuali di Sembawa sendiri sudah banyak yang menjadi MUA ternama tetapi mereka kurang berani mengekspose dan kurang menunjukkan kemampuannya.
“Sangat disayangkan sekali jika kemampuan mereka hanya digunakan pada acara pernikahan saja, sebaiknya beranikan diri untuk mengambil job pemotretan model, panitia-panitia acara, dan sebagainya” ungkapnya.
“Terakhir jangan hanya mengambil job di daerah Banyuasin saja supaya potensi mereka terekspose dan masyarakat luar Banyuasin mengenal mereka dan juga supaya MUA Banyuasin tidak kalah saing dengan MUA lain di Sumatera Selatan,” sambung dia saat diwawancarai dikediamannya.
Meskipun sudah profesional tahun 2019 lalu ia sempat mengikuti kursus untuk memperdalam ilmu tata rias dan agar lebih mengerti lebih jauh tentang tata rias. Tak hanya itu ia juga tidak lupa bertanya dan saling berbagi ilmu jika bertemu MUA-MUA yang ia rasa lebih baik dari dirinya. (mg-glm)