Afrika Kehilangan Hutan Tercepat, Planting Naturals Bangun Perkebunan Sawit Organik RSPO Pertama di Sierra Leone

AFRIKA, viralsumsel.com – Afrika saat ini tercatat sebagai kawasan dengan tingkat kehilangan hutan tercepat di dunia. Sepanjang periode 2010 hingga 2020, deforestasi di benua ini mencapai sekitar 3,9 juta hektare per tahun.

Angka tersebut setara dengan ratusan juta lapangan sepak bola yang hilang setiap tahunnya, dipicu oleh ekspansi pertanian, pembalakan liar, pengambilan kayu bakar yang tidak berkelanjutan, serta aktivitas pertambangan. Kondisi ini tidak hanya mengancam keberlangsungan lingkungan, tetapi juga kehidupan masyarakat lokal dan stabilitas iklim global.

Di tengah tantangan tersebut, Planting Naturals menghadirkan terobosan melalui pembangunan perkebunan kelapa sawit organik dan bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pertama di Sierra Leone.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong produksi minyak sawit berkelanjutan yang selaras dengan regulasi global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mewajibkan rantai pasok bebas deforestasi untuk pasar Uni Eropa.

Untuk mewujudkan target tersebut, Planting Naturals menggandeng KOLTIVA, perusahaan teknologi global yang berfokus pada ketertelusuran dan keberlanjutan rantai pasok.

Baca Juga :  Planting Naturals Digitalisasi 7.224 Petani dalam Rantai Pasok Minyak Sawit Organik Bersertifikasi RSPO Pertama di Sierra Leone

Melalui kemitraan ini, seluruh jaringan perkebunan sawit Planting Naturals di Sierra Leone didigitalisasi dan diverifikasi secara menyeluruh. Hasilnya, sebanyak 7.224 petani kecil telah diberdayakan, 7.723 petak kebun diverifikasi, serta sistem perlindungan hutan diterapkan secara ketat sesuai standar internasional.

Planting Naturals memproduksi minyak sawit mentah organik dan minyak inti sawit untuk kebutuhan ekspor. Sumber bahan bakunya berasal dari perkebunan inti perusahaan dan jaringan petani kecil yang terintegrasi dalam model kemitraan berkelanjutan.

Dengan dukungan teknologi KoltiTrace dari KOLTIVA, perusahaan mampu menghadirkan visibilitas penuh hingga tingkat petak kebun, termasuk data geolokasi, legalitas lahan, dan praktik keberlanjutan di lapangan.

CEO dan Co-Founder Planting Naturals, Jan Hein De Vroe, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap EUDR bukan sekadar kewajiban, melainkan peluang strategis.

Ia menyebut, setiap tetes minyak sawit yang diproduksi perusahaan kini dapat dipastikan legal, bebas deforestasi, dan sepenuhnya tertelusur. Integrasi data yang dilakukan bersama KOLTIVA memungkinkan Planting Naturals memperkuat transparansi sekaligus memberdayakan petani dan melindungi kawasan hutan.

Baca Juga :  Hidden Gem Nature Escape. Forest Garden Puncak by Luxcamp, Hadir dengan Konsep Lebih Luas, Asri, dan Penuh Aktivitas

Transformasi ini juga didukung oleh pelatihan intensif bagi agen lapangan dan petani. Melalui aplikasi digital KOLTIVA, pengumpulan data dilakukan secara real time dan lebih akurat, bahkan disesuaikan dengan bahasa lokal untuk memudahkan komunikasi.

Menurut Sustainability Manager Planting Naturals, Marvellous Ogala, sistem ini meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempererat hubungan perusahaan dengan komunitas petani.

Sementara itu, Co-Founder dan CEO KOLTIVA, Manfred Borer, menilai kolaborasi ini sebagai contoh nyata bagaimana agribisnis di Afrika dapat memimpin produksi yang bertanggung jawab dan transparan. Dengan kombinasi teknologi dan pendampingan lapangan, Planting Naturals dinilai berhasil membangun rantai pasok minyak sawit yang inklusif, kompetitif, dan bebas deforestasi.

Melalui investasi pada sumber daya manusia dan sistem ketertelusuran digital, Planting Naturals kini menetapkan standar baru bagi industri sawit berkelanjutan di Sierra Leone. Inisiatif ini membuktikan bahwa produksi berskala besar tetap dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani kecil. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *