PALEMBANG, VIRALSUMSEL.COM – Menabung emas kini menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan keuangan dalam jangka menengah maupun panjang.
Namun, sebelum mulai membeli emas secara rutin, muncul satu pertanyaan penting: sebenarnya berapa lama emas sebaiknya disimpan?
Jawabannya tidak bisa disamaratakan. Jangka waktu menabung emas perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jumlah dana yang ingin dikumpulkan, waktu penggunaan dana, serta kesiapan menghadapi perubahan harga emas.
Untuk kebutuhan jangka panjang, periode sekitar lima hingga 10 tahun dapat menjadi salah satu pertimbangan. Meski demikian, durasi tersebut bukan jaminan bahwa nilai emas pasti meningkat atau menghasilkan keuntungan. Harga emas tetap dapat bergerak naik maupun turun mengikuti kondisi pasar.
Karena itu, menentukan tujuan menjadi langkah awal sebelum menetapkan berapa lama akan menabung emas.
Tentukan Tujuan Sebelum Membeli Emas
Menabung emas sebaiknya tidak dilakukan hanya karena mengikuti tren. Calon investor perlu mengetahui terlebih dahulu untuk apa aset tersebut dikumpulkan.
Misalnya, seseorang ingin mempersiapkan dana untuk kebutuhan beberapa tahun mendatang. Dari tujuan tersebut, jumlah dana yang dibutuhkan dan waktu penggunaannya dapat dihitung. Setelah itu, barulah strategi menabung emas disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Semakin panjang tujuan keuangan, semakin besar pula waktu yang tersedia untuk menghadapi fluktuasi harga. Sebaliknya, apabila dana akan digunakan dalam waktu dekat, emas perlu dipertimbangkan secara lebih hati-hati karena harga ketika dijual belum tentu sama dengan harga saat membeli.
Artinya, tidak ada aturan yang mengharuskan emas disimpan selama 10 tahun. Jika target keuangan sudah tercapai lebih cepat atau muncul kebutuhan dana yang mendesak, keputusan untuk menjual dapat disesuaikan dengan kondisi pada saat itu.
Menabung Emas Secara Rutin
Bagi pemula, menabung emas dapat dimulai dengan menentukan nominal yang realistis dan mampu disisihkan secara rutin.
Sebagai contoh, seseorang dapat mengalokasikan Rp100.000 setiap bulan untuk membeli emas. Besaran tersebut tentu tidak harus sama bagi setiap orang. Yang terpenting, kebutuhan sehari-hari dan kewajiban finansial tetap menjadi prioritas.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Dollar Cost Averaging (DCA). Melalui pendekatan ini, pembelian dilakukan secara berkala dengan nominal yang relatif sama tanpa harus menunggu atau menebak kapan harga emas berada di titik terendah.
Metode DCA dapat membantu membangun kebiasaan investasi secara disiplin. Namun, strategi ini bukan berarti bebas risiko. Pergerakan harga emas tetap dapat memengaruhi nilai aset dan tidak ada jaminan keuntungan.
Emas Digital Bisa Menjadi Pilihan
Perkembangan teknologi juga membuat masyarakat memiliki alternatif untuk membeli emas secara digital. Berbeda dengan emas fisik, emas digital tidak mengharuskan pemilik menyimpan batangan emas secara langsung di rumah.
Bagi pemula, sistem digital dapat menjadi salah satu cara untuk mulai mengenal investasi emas dengan nominal yang lebih terjangkau. Namun, calon pengguna tetap perlu memeriksa ketentuan produk, biaya transaksi, mekanisme penyimpanan, serta aturan pencairannya sebelum melakukan pembelian.
Sementara itu, bagi masyarakat yang memilih emas fisik, faktor keamanan penyimpanan harus menjadi perhatian. Nilai emas yang semakin besar tentu membutuhkan sistem penyimpanan yang semakin aman.
Berapa Modal Awal Menabung Emas?
Besaran dana untuk memulai tabungan emas bergantung pada produk dan ketentuan penyedia layanan. Salah satu contoh layanan emas digital dari Neo Emas di aplikasi neobank memungkinkan pembelian mulai dari Rp10.000 melalui mitra Lakuemas dan Treasury, sesuai ketentuan produk yang berlaku.
Nominal kecil tersebut dapat dimanfaatkan sebagai langkah awal membangun kebiasaan menyisihkan dana secara rutin. Misalnya, seseorang dapat memulai dengan Rp10.000 setiap minggu, Rp100.000 setiap bulan, atau nominal lain yang sesuai dengan kemampuan finansial.
Namun, nominal kecil tidak berarti tujuan finansial otomatis tercapai dalam waktu singkat. Konsistensi, jumlah dana yang disisihkan, jangka waktu, serta perubahan harga emas tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Jadi, Berapa Lama Sebaiknya Menabung Emas?
Pada akhirnya, tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh investor. Lima hingga 10 tahun dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk tujuan jangka panjang, tetapi bukan merupakan jaminan keuntungan.
Jika tujuan keuangan masih cukup jauh, menabung emas secara berkala dapat dipertimbangkan dengan nominal yang sesuai kemampuan. Sebaliknya, untuk kebutuhan dana dalam waktu dekat, investor perlu memperhatikan aspek likuiditas dan risiko perubahan harga.
Prinsip sederhananya adalah menentukan tujuan terlebih dahulu, menghitung kemampuan menyisihkan dana, memahami karakteristik emas, kemudian menjalankannya secara konsisten.
Yang tidak kalah penting, investasi emas tetap memiliki risiko. Harga emas dapat naik maupun turun sehingga nilai investasi tidak dijamin. Karena itu, masyarakat perlu membaca informasi produk serta memahami syarat dan ketentuan sebelum melakukan transaksi.
Layanan investasi emas melalui aplikasi neobank mengikuti ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai produk dan layanan dapat diperoleh melalui kanal resmi Bank Neo Commerce.
PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (bbs/ion)






