JAKARTA, viralsumsel.com – Memasuki tahun ajaran baru, banyak keluarga di Indonesia mulai bersiap menghadapi berbagai kebutuhan pendidikan anak yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Mulai dari uang pangkal sekolah, daftar ulang, pembelian seragam, buku pelajaran, perlengkapan sekolah hingga berbagai kebutuhan penunjang pembelajaran menjadi pengeluaran yang harus dipersiapkan sejak dini.
Momentum pergantian tahun ajaran memang identik dengan meningkatnya kebutuhan dana rumah tangga. Tidak sedikit orang tua yang harus mengatur kembali kondisi keuangan agar seluruh kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi tanpa mengganggu kebutuhan keluarga lainnya.
Di tengah kondisi tersebut, perencanaan keuangan menjadi langkah penting agar beban pengeluaran tidak terasa terlalu berat. Terlebih, biaya pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren kenaikan pada hampir seluruh jenjang pendidikan.
Berdasarkan sejumlah indikator ekonomi dan data Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), biaya pendidikan tercatat meningkat lebih dari 70 persen. Sementara biaya pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami kenaikan lebih dari 50 persen.
Adapun untuk pendidikan tinggi, rata-rata kebutuhan biaya yang harus dipersiapkan keluarga kini mencapai sekitar Rp19 juta setiap tahun, sehingga mendorong masyarakat untuk memiliki strategi keuangan yang lebih matang.
Melihat kebutuhan tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menghadirkan solusi pembiayaan berupa dana fleksibel yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan anak.
Melalui fasilitas pembiayaan dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), masyarakat dapat memperoleh dana tunai yang bisa digunakan sesuai kebutuhan, termasuk membiayai kebutuhan sekolah maupun kuliah anak.
Produk pembiayaan tersebut menawarkan suku bunga mulai 0,7 persen per bulan, pilihan tenor hingga empat tahun, serta plafon pembiayaan mencapai 90 persen dari nilai kendaraan yang dijaminkan.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan setiap memasuki periode tahun ajaran baru, permintaan masyarakat terhadap tambahan dana umumnya mengalami peningkatan karena berbagai kebutuhan pendidikan datang hampir bersamaan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak keluarga membutuhkan solusi pembiayaan yang cepat sekaligus tetap memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan.
“Setiap memasuki tahun ajaran baru, berbagai kebutuhan pendidikan seperti biaya masuk sekolah, daftar ulang, hingga perlengkapan belajar biasanya meningkat secara bersamaan. Karena itu, kami menghadirkan solusi pembiayaan yang mudah diakses dengan proses yang praktis agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap kondisi keuangan keluarga,” ujar Aditia.
Ia menambahkan, kemudahan proses pengajuan yang telah dilakukan secara digital menjadi salah satu upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui sistem digital tersebut, calon nasabah dapat mengajukan pembiayaan dengan proses yang lebih sederhana, cepat, dan efisien tanpa harus melalui tahapan yang rumit.
Sebagai perusahaan pembiayaan yang telah memperoleh izin usaha dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BRI Finance menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap layanan pembiayaan.
Perusahaan juga berupaya menghadirkan berbagai produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk membantu keluarga dalam merencanakan pembiayaan pendidikan secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Dengan meningkatnya biaya pendidikan setiap tahun, pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu kunci agar orang tua tetap dapat memberikan akses pendidikan terbaik bagi anak-anak tanpa mengorbankan stabilitas finansial keluarga. (bbs)











