JAKARTA, viralsumsel.com – Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di Piala Asia 2027.
Hal tersebut disampaikan pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk setelah skuad Garuda memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 dengan mengalahkan Thailand pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.
Indonesia memastikan kemenangan melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
Bagi Verdonk, pertandingan melawan Thailand memiliki arti penting karena tim berjuluk Gajah Perang itu juga akan menjadi salah satu lawan Indonesia di Piala Asia 2027.
Indonesia tergabung di Grup F bersama Thailand, Qatar dan Jepang pada turnamen yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2027.
“Pertandingan ini penting karena Thailand berada di grup yang sama dengan kami. Begitu juga Jepang. Mereka adalah tim-tim Asia,” kata Verdonk kepada wartawan di mixed zone SUGBK.
Verdonk menyadari bahwa persaingan di Piala Asia akan jauh lebih berat. Ia secara khusus menyoroti Jepang yang dinilainya memiliki kualitas berbeda dibandingkan sejumlah tim lainnya.
Meski demikian, pemain Lille tersebut tetap melihat Indonesia memiliki peluang untuk bersaing dan melangkah ke babak berikutnya.
“Kami punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar. Kami juga punya peluang melawan Jepang, tetapi mereka berada di level yang berbeda,” ujarnya.
Tak Persoalkan Indonesia Gagal Menang di Waktu Normal
Verdonk juga tidak terlalu mempermasalahkan hasil pertandingan melawan Thailand yang berlangsung hingga adu penalti.
Padahal, Indonesia memiliki keunggulan jumlah pemain setelah Nicholas Mickelson mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-81. Namun, Timnas Indonesia tetap gagal menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal dan harus menjalani babak tambahan sebelum akhirnya menentukan pemenang melalui adu penalti.
Bagi Verdonk, hasil akhir jauh lebih penting. Ia menilai keberhasilan mengangkat trofi menjadi pencapaian yang harus diapresiasi setelah pertandingan yang berlangsung sengit.
“Trofi pertama, ya, itu pertandingan yang gila. Kami harus bermain lebih baik, tetapi kami menang. Jadi, tidak masalah,” katanya.
Gelar tersebut sekaligus menjadi trofi pertama Indonesia dalam 35 tahun. Karena itu, Verdonk memandang keberhasilan tersebut sebagai bagian dari perubahan positif dalam perjalanan sepak bola Indonesia.
Menurutnya, generasi pemain saat ini memiliki kualitas yang dapat menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Tak Ingin Terpaku Catatan Masa Lalu
Verdonk juga menilai Timnas Indonesia tidak perlu terlalu terjebak pada catatan pertemuan masa lalu, termasuk sejarah kegagalan Indonesia di sejumlah laga final.
Salah satunya ketika Indonesia menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2002 di Jakarta dan harus menerima kekalahan.
Kini, menurut Verdonk, situasi sepak bola Indonesia sudah memasuki fase yang berbeda. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu penanda bahwa skuad Garuda mampu mengakhiri penantian panjang untuk kembali meraih trofi.
Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan Indonesia belum selesai. Persaingan di level Asia menuntut peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
“Kami memiliki pemain dengan kualitas bagus, tetapi kami masih harus berkembang,” ujar pemain berusia 29 tahun tersebut.
Setelah meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia kini memiliki tantangan baru di depan mata. Piala Asia 2027 akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad Garuda untuk mengukur kemampuan menghadapi tim-tim papan atas Asia. (bbs/ion)






