Cegah Tawuran Pelajar, Disdik Sumsel Terbitkan Edaran untuk Seluruh SMK di Palembang

PALEMBANG, viralsumsel.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat langkah pencegahan tawuran antar-pelajar di Kota Palembang.

Upaya tersebut dilakukan dengan menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri dan swasta.

Kebijakan itu menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan siswa maupun masyarakat. Sekolah diminta tidak hanya melakukan pengawasan di lingkungan pendidikan, tetapi juga memperkuat komunikasi dengan orang tua.

Kepala Disdik Sumsel Mondyaboni mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan apabila terjadi aksi kenakalan remaja.

Menurutnya, surat edaran tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti oleh setiap sekolah dengan langkah konkret sesuai kondisi masing-masing.

“Kami telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pencegahan sekaligus penanganan apabila terjadi kenakalan remaja. Kami berharap edaran yang telah disampaikan dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh sekolah,” kata Mondyaboni di Palembang, Senin.

Sekolah Diminta Perketat Pengawasan Siswa

Melalui surat edaran tersebut, sekolah diminta meningkatkan pengawasan terhadap berbagai aktivitas siswa. Pihak sekolah juga diwajibkan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai bahaya tawuran serta konsekuensi yang dapat ditimbulkan.

Baca Juga :  Rivan A. Purwantono: Jasa Raharja Telah Serahkan Santunan Rp 1,33 Triliun di Semester I-2022

Selain tawuran, para siswa diingatkan agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindakan kekerasan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Disdik Sumsel juga mendorong setiap sekolah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) atau satuan tugas yang memiliki fungsi melakukan pencegahan dan penanganan terhadap potensi kekerasan di lingkungan sekolah.

Keberadaan tim tersebut diharapkan dapat membuat sekolah lebih cepat mengetahui sekaligus merespons apabila terdapat indikasi siswa terlibat dalam kegiatan yang mengarah pada kekerasan.

Tak hanya mengandalkan pengawasan internal, Disdik Sumsel meminta sekolah membangun komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dinilai penting karena aktivitas siswa tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan.

Orang Tua Diminta Awasi Aktivitas Anak

Orang tua juga diimbau lebih memperhatikan kegiatan anak, terutama pada malam hari. Pembatasan aktivitas di luar rumah dinilai perlu dilakukan terhadap kegiatan yang tidak jelas atau berpotensi mengarah pada tawuran.

Pengawasan juga dapat dilakukan dengan memeriksa barang bawaan anak secara berkala. Langkah tersebut bertujuan memastikan siswa tidak membawa benda tajam, senjata maupun atribut tertentu yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.

Baca Juga :  NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

Di sisi lain, orang tua diminta memperhatikan lingkungan pergaulan anak. Perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi perhatian karena ajakan tawuran dapat disebarkan melalui berbagai platform digital.

Karena itu, pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial perlu dilakukan secara bijak. Orang tua diharapkan dapat membangun komunikasi terbuka sehingga anak tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada tindakan negatif.

Disdik Sumsel juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpancing provokasi. Para pelajar diharapkan mampu menjaga diri dan ikut menciptakan suasana aman serta kondusif di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Mondyaboni menegaskan bahwa siswa yang terbukti terlibat dalam aksi tawuran akan menghadapi konsekuensi sesuai aturan yang berlaku.

“Apabila ada siswa yang terbukti terlibat, tentu akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku, baik aturan sekolah maupun peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Langkah Disdik Sumsel ini menunjukkan bahwa pencegahan tawuran pelajar membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, orang tua, kepolisian dan siswa harus memiliki peran bersama agar lingkungan pendidikan di Palembang tetap aman dan mendukung proses belajar. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *