Dari Debut Memilukan di Torquay hingga Semifinal Piala Dunia 2026, Dan Burn Siap Hadapi Argentina

VIRALSUMSEL.COM – Tidak semua pesepak bola mencapai panggung terbesar dunia melalui jalan yang mulus. Kisah bek Timnas Inggris Dan Burn menjadi salah satu bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan tekad mampu mengubah perjalanan karier yang penuh lika-liku menjadi cerita inspiratif di Piala Dunia FIFA 2026.

Bek milik Newcastle United itu kini bersiap menghadapi tantangan terbesar dalam karier internasionalnya ketika Inggris bertemu juara bertahan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta.

Namun, jauh sebelum mengenakan seragam Three Lions di panggung sepak bola terbesar dunia, Burn justru mengawali karier profesionalnya dengan pengalaman pahit yang nyaris terlupakan.

Momen Heroik Lawan Norwegia

Nama Dan Burn menjadi sorotan saat Inggris mengalahkan Norwegia 2-1 pada babak perempat final di Stadion Miami. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-111 menggantikan Jude Bellingham, Burn langsung menjalankan tugasnya sebagai benteng terakhir pertahanan Inggris.

Ketika Norwegia terus menekan demi mencari gol penyeimbang pada masa injury time babak tambahan, kiper Orjan Nyland mengirim bola panjang ke kotak penalti Inggris.

Dengan postur menjulang sekitar 2,01 meter, Burn melompat lebih tinggi dari siapa pun dan menyundul bola menjauh dari area berbahaya. Aksi sederhana tersebut langsung disambut gegap gempita puluhan ribu pendukung Inggris di stadion.

Burn mengepalkan tangan sambil berteriak penuh emosi, seolah baru saja mencetak gol kemenangan. Tak lama berselang, wasit Clement Turpin meniup peluit panjang yang memastikan Inggris lolos ke semifinal.

Bek berusia 34 tahun itu kemudian ikut merayakan kemenangan bersama Harry Kane, Jude Bellingham, dan seluruh pemain Inggris di depan tribun suporter. Lagu Wonderwall milik Oasis kembali menggema, menjadi tradisi baru Three Lions setiap kali meraih kemenangan penting.

Perjalanan Dimulai dari Kegagalan

Perjalanan Burn menuju Piala Dunia jauh dari kata instan. Ia pernah merasakan pahitnya dilepas akademi Newcastle United ketika masih berusia 11 tahun.

Baca Juga :  Mallorca Pesta Gol, Sevilla Dipermak 4-1 di LaLiga

Alih-alih bergabung dengan akademi elite, Burn justru memulai karier profesionalnya bersama Darlington, klub yang saat itu tengah berjuang menghindari degradasi.

Pada usia 17 tahun, Burn menjalani debut senior dalam pertandingan tandang menghadapi Torquay United. Laga tersebut berakhir sangat mengecewakan.

Darlington dihajar lima gol tanpa balas dan akhirnya menutup musim sebagai juru kunci kompetisi.

Meski demikian, performa Burn tetap menarik perhatian pencari bakat Fulham. Klub Premier League itu kemudian merekrutnya pada musim panas 2011, membuka jalan menuju level sepak bola yang lebih tinggi.

Ahli Duel Udara

Selama memperkuat Fulham, Burn mulai dikenal sebagai bek yang sangat tangguh dalam duel udara. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat menghadapi Manchester United di Old Trafford pada 2014.

Kala itu, Setan Merah melepaskan 81 umpan silang, yang menjadi salah satu rekor terbanyak dalam sejarah Premier League. Burn tampil luar biasa dengan mencatat 22 sapuan, sebagian besar melalui sundulan.

Usai pertandingan, ia sempat bercanda bahwa dirinya merasa belum pernah menyundul bola sebanyak itu sejak bermain di kasta Conference. Kemampuan tersebut kemudian menjadi identitas yang terus melekat hingga sekarang.

Mimpi Pulang ke Newcastle

Karier Burn terus berkembang setelah memperkuat Brighton & Hove Albion dan Wigan Athletic. Puncak kebahagiaannya datang pada Januari 2022 ketika Newcastle United memulangkannya ke St James’ Park.

Bagi Burn, kepulangan tersebut bukan sekadar transfer biasa. Ia merupakan pendukung Newcastle sejak kecil. Saat diperkenalkan sebagai pemain baru, Burn mengaku nyaris tidak percaya akhirnya bisa mengenakan seragam klub yang selama ini hanya ia dukung dari tribun penonton.

Mimpi masa kecilnya akhirnya menjadi kenyataan.

Pahlawan Newcastle

Nama Burn semakin dicintai pendukung Newcastle setelah tampil gemilang pada final Piala Liga Inggris 2025 melawan Liverpool. Ia membuka keunggulan melalui sundulan sebelum Newcastle akhirnya menang 2-1 dan mengakhiri penantian panjang meraih trofi domestik.

Baca Juga :  Persiraja Mulai Jual Tiket Online Laga Kandang, Harga Mulai Rp30 Ribu

Gol tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam kariernya. Surat terbuka yang pernah ditulis sang ayah sebelum final 2023 juga kembali ramai diperbincangkan dan membuat kisah Burn semakin menyentuh hati para pendukung sepak bola.

Dipercaya Thomas Tuchel

Hanya dua hari setelah membawa Newcastle menjadi juara, Burn mendapat kabar yang mengubah hidupnya. Pelatih Inggris Thomas Tuchel memanggilnya untuk pertama kali ke Timnas Inggris.

Keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan karena Burn sudah berusia 34 tahun dan minim pengalaman internasional. Apalagi sejumlah nama besar seperti Harry Maguire justru tidak masuk skuad.

Namun, Burn membalas kepercayaan itu dengan penampilan yang solid. Debutnya bersama Inggris terjadi saat menghadapi Albania dalam Kualifikasi Piala Dunia.

Sedangkan debut di putaran final Piala Dunia berlangsung ketika menghadapi tuan rumah Meksiko. Pada laga tersebut, Burn tampil luar biasa setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Ia mencatat enam sapuan, dua blok penting, termasuk menggagalkan tendangan akrobatik Raul Jimenez yang hampir berbuah gol. Catatan itu membuat Burn menjadi pemain non-kiper tertua yang menjalani debut Piala Dunia bersama Inggris sejak legenda Stanley Matthews pada edisi 1950.

Kini Bersiap Hadapi Argentina

Kini perjalanan Burn membawanya menuju Atlanta. Inggris akan menghadapi Argentina dalam semifinal yang diprediksi berlangsung sengit. Meski kemungkinan besar memulai pertandingan dari bangku cadangan, Burn tetap menjadi salah satu senjata penting Thomas Tuchel.

Kemampuan bertahan, pengalaman, serta dominasinya dalam duel udara bisa menjadi faktor pembeda apabila Inggris membutuhkan tambahan kekuatan di lini belakang.

Dari seorang remaja yang pernah merasakan kekalahan telak 0-5 di Torquay hingga kini berdiri di ambang final Piala Dunia, perjalanan Dan Burn menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan keyakinan yang tidak pernah padam. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *