PALEMBANG, viralsumsel.com – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia kerja dan industri kreatif. Menghadapi perubahan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Palembang membekali calon lulusannya dengan pemahaman mengenai literasi digital, pemikiran kritis, serta kemampuan berkolaborasi dengan teknologi.
Bekal tersebut disampaikan dalam Seminar Akademik Wisuda Daerah UT Palembang yang menghadirkan dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya (Unsri), Assoc. Prof. Dr. Firdaus, S.T., M.Kom., Selasa (13/10/2026).
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Daerah UT Palembang yang dijadwalkan berlangsung Rabu (14/10/2026). Sebanyak 1.416 calon wisudawan dari berbagai program studi, mulai diploma, sarjana hingga magister, dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang semakin banyak digunakan dalam aktivitas profesional, mulai dari menyusun tulisan, menerjemahkan bahasa, mencari ide kreatif, hingga membantu menyelesaikan laporan pekerjaan.
Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abunaim, M.M., mengatakan tema AI relevan dengan tantangan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja saat ini. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membuka kesempatan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi sejalan dengan karakter UT sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh dengan dukungan teknologi digital.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, Tair mengingatkan bahwa AI tidak boleh menggantikan kemauan belajar, integritas, kerja keras, maupun tanggung jawab manusia.
Teknologi, menurutnya, perlu ditempatkan sebagai sarana pendukung agar mahasiswa dan alumni dapat meningkatkan kemampuan, bukan sebagai pengganti proses berpikir secara mandiri.
Para calon wisudawan juga diharapkan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Sebaliknya, kelulusan harus menjadi titik awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Tair turut berharap para alumni dapat menjadi duta informasi yang memperkenalkan UT Palembang kepada masyarakat luas sehingga semakin banyak warga memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
AI Bukan Sekadar Ancaman, tetapi Mitra Kerja
Narasumber seminar, Firdaus, menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dengan AI menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan yang akan memasuki atau kembali ke dunia kerja.
Ia menjelaskan, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan. Namun, hasil yang dihasilkan teknologi tersebut tidak boleh langsung diterima tanpa pemeriksaan karena masih berpotensi mengandung kesalahan informasi.
Menurut Firdaus, kolaborasi manusia dengan AI perlu dibangun melalui pemahaman yang tepat terhadap kemampuan dan keterbatasan teknologi tersebut.
Perkembangan AI juga tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan otomatisasi sejumlah pekerjaan. Teknologi ini turut mengubah pembagian tugas serta meningkatkan standar keterampilan yang dibutuhkan perusahaan dan organisasi.
Pekerjaan yang bersifat rutin berpotensi semakin banyak dibantu otomatisasi. Sementara itu, kemampuan analitis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi menjadi semakin penting.
Dampaknya tidak selalu sama pada setiap profesi. Perubahan bergantung pada sektor pekerjaan, tingkat pemanfaatan teknologi, serta cara perusahaan menerapkan AI dalam kegiatan operasionalnya.
Karena itu, Firdaus mengingatkan para lulusan agar tidak bersikap antipati terhadap perkembangan AI. Mereka justru perlu mempelajari cara menggunakannya secara tepat untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Selain keterampilan digital dan literasi AI, alumni juga perlu memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja tim, serta pemahaman mengenai etika, perlindungan privasi, akuntabilitas, dan pentingnya pengawasan manusia.
Ia mendorong lulusan mengikuti pelatihan, pembelajaran berkelanjutan, serta pengalaman berbasis proyek nyata agar keterampilan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Dengan demikian, lulusan tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga mempunyai kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam lingkungan profesional.
Diikuti 1.425 Peserta secara Luring dan Daring
Ketua Pelaksana kegiatan, Redi Pirmansyah, S.H., M.H., mengatakan seminar akademik tersebut dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan kepada calon wisudawan sebelum kembali ke dunia kerja maupun berkiprah lebih luas di tengah masyarakat.
Menurut Redi, pemilihan materi dan narasumber mempertimbangkan perkembangan teknologi serta kebutuhan lulusan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi dengan perubahan.
Seminar diikuti 425 peserta secara luring dan sekitar 1.000 peserta secara daring. Skema daring disediakan untuk mengakomodasi calon wisudawan yang belum memungkinkan hadir secara langsung di lokasi kegiatan.
Setelah seminar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi bersama keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT), kemudian gladi menjelang pelaksanaan wisuda pada hari berikutnya.
Melalui kegiatan ini, UT Palembang berharap para lulusan mampu mengoptimalkan kompetensi akademik, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan masyarakat.
Di tengah perubahan dunia kerja akibat perkembangan AI, kemampuan untuk terus belajar, memverifikasi informasi, dan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bekal penting agar lulusan tetap relevan dan mampu bersaing. (bbs)






