Deltras FC Tahan Persela 1-1, Bermain dengan 10 Pemain Justru Curi Poin di Surajaya

LAMONGAN, viralsumsel.com – Deltras FC menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat bertandang ke markas Persela Lamongan dalam pekan kelima Pegadaian Championship 2026/27. Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, The Lobster berhasil membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Surajaya, Minggu (11/10/2026) sore.

Gol Achmad Dwi Firmansyah pada menit ke-88 menjadi penyelamat Deltras FC setelah lebih dahulu tertinggal melalui penalti Persela. Hasil ini sekaligus memperlihatkan daya juang tim berjuluk The Lobster ketika menghadapi tekanan tuan rumah dan keterbatasan jumlah pemain.

Pelatih Deltras FC, Leonard Tupamahu, mengakui anak asuhnya mengalami kesulitan pada awal pertandingan. Tekanan yang dilancarkan Persela membuat tim asal Kota Delta tersebut tidak leluasa mengembangkan permainan.

Situasi Deltras semakin sulit setelah I Komang Ananta Krisna Putra menerima kartu merah pada menit ke-38. Bermain dengan 10 pemain, Deltras harus mengubah pendekatan permainan untuk menjaga keseimbangan pertahanan sekaligus mencari peluang mencetak gol.

Persela kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Jacinto Junior Conceicao Cabral pada menit ke-54. Tertinggal satu gol, Deltras memilih memperkuat pertahanan sambil menunggu kesempatan melancarkan serangan balik.

Strategi itu akhirnya membuahkan hasil menjelang pertandingan berakhir. Achmad Dwi Firmansyah berhasil menjebol gawang Persela pada menit ke-88 dan mengubah skor menjadi 1-1.

Baca Juga :  De Red FC Tahan Persis Solo 0-0, Strategi Aji Santoso Berbuah Satu Poin

Leonard menilai hasil imbang tersebut cukup berarti mengingat timnya tidak mampu keluar dari tekanan Persela pada awal pertandingan. Kehilangan satu pemain juga membuat Deltras harus lebih realistis dalam menentukan strategi.

“Pada awal pertandingan, kami memang kesulitan keluar dari tekanan yang diberikan Persela,” ujar Leonard seusai pertandingan.

Ia menjelaskan, setelah bermain dengan 10 pemain dan tertinggal lewat penalti, timnya berupaya bertahan dengan disiplin sembari menunggu peluang melalui serangan balik.

Menurut Leonard, pendekatan tersebut menjadi pilihan paling masuk akal dalam kondisi yang dihadapi timnya. Ia pun bersyukur Deltras mampu memanfaatkan kesempatan pada penghujung laga.

“Kami memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik. Puji Tuhan, peluang itu bisa menghasilkan gol pada akhir pertandingan,” katanya.

Pelatih berusia 43 tahun tersebut juga menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan para pemain untuk mencetak gol, meskipun berada dalam situasi yang tidak menguntungkan.

“Kami selalu percaya bisa memenangkan pertandingan dan membobol gawang lawan. Kami yakin mampu melakukannya,” tambahnya.

Gol Achmad Dwi Akhiri Rekor Clean Sheet Persela

Gol Achmad Dwi Firmansyah bukan hanya menyelamatkan Deltras dari kekalahan, tetapi juga mengakhiri catatan empat pertandingan Persela Lamongan tanpa kebobolan pada awal kompetisi musim ini.

Baca Juga :  PSMS Medan U19 Ditahan PSIS Semarang U19 1-1, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Fokus Tim

Penyerang berusia 23 tahun itu mengaku bersyukur dapat mencetak gol penting di tengah tekanan pertandingan. Bermain di hadapan ribuan pendukung tuan rumah juga menghadirkan ketegangan tersendiri baginya.

Namun, gol pada menit ke-88 menjadi momen penting bagi Deltras FC untuk memastikan satu poin dari laga tandang tersebut.

“Alhamdulillah, kami bisa mengakhiri catatan empat pertandingan Persela tanpa kebobolan. Ini menjadi rezeki bagi Deltras FC dan seluruh suporter,” ungkap mantan pemain RANS Nusantara FC itu.

Hasil imbang ini menegaskan bahwa bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit tidak otomatis menutup peluang sebuah tim untuk mendapatkan hasil positif. Disiplin bertahan, keyakinan pemain, dan efektivitas serangan balik menjadi faktor penting bagi Deltras dalam pertandingan tersebut.

Tambahan satu poin membuat Deltras FC tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup B Pegadaian Championship 2026/27 dengan koleksi 13 poin.

Bagi The Lobster, hasil di Stadion Surajaya menjadi modal berharga untuk menjaga persaingan di papan atas. Sementara itu, Persela harus menerima kenyataan bahwa rekor empat pertandingan tanpa kebobolan mereka akhirnya terhenti di kandang sendiri. (lib/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *