Desa Migran EMAS: Inisiatif Muba untuk Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran

Sekayu, viralsumsel.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perlindungan serta pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera).

Program ini hadir sebagai pusat layanan terpadu untuk mendampingi calon pekerja migran, PMI aktif, hingga mereka yang sudah kembali ke tanah air.

Langkah ini dinilai penting mengingat masih banyak warga desa yang berangkat bekerja ke luar negeri tanpa informasi yang cukup dan minim perlindungan hukum.

Melalui Desa Migran EMAS, pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh proses migrasi berjalan secara prosedural, aman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dua Desa Unggulan Diusulkan Menjadi Desa Migran EMAS

Dalam rapat virtual pada 25 November 2025, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muba, Herryandi Sinulingga, mengajukan dua desa sebagai pilot project: Desa Ulak Paceh dan Desa Tebing Bulang.

Baca Juga :  Dodi Reza Tertahan Tangis: “Kami Ikhlas Menerima Takdir Ini” di Pelepasan Almarhum Alex Noerdin

Desa Ulak Paceh

Desa ini memiliki 17 warga yang bekerja di Malaysia, sebagian besar di sektor industri sebagai Operator Production dan General Worker.

Dengan latar pendidikan yang didominasi lulusan SMA dan SMK, masyarakat desa ini dinilai memiliki potensi besar untuk difasilitasi peningkatan keterampilan.

Desa Tebing Bulang

Desa ini memiliki 13 pekerja migran yang tersebar di sejumlah negara, mulai dari Turki, Bulgaria, Dubai hingga Hong Kong. Keberagaman negara tujuan menunjukkan kapasitas SDM desa yang mumpuni dan siap bersaing di pasar global.

Bupati dan Wabup Muba Beri Dukungan Penuh

Bupati Muba, HM. Toha Tohet, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Disnakertrans Muba dalam memperkuat ekosistem migrasi di tingkat desa.

“Program ini sangat penting untuk memastikan warga yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan maksimal. Penetapan Desa Ulak Paceh dan Desa Tebing Bulang sebagai Desa Migran EMAS adalah upaya nyata membangun migrasi yang aman, tertib, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wow, Muba Internasional Supermoto Cup 2019 Diikuti Pebalap 3 Benua

Sementara itu, Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen menilai program ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam aspek pengelolaan migrasi dan perlindungan PMI.

Ia menegaskan bahwa Muba harus terus memperkuat pelayanan, pendampingan hukum, hingga pemberdayaan ekonomi purna PMI agar mereka dapat lebih mandiri saat kembali ke tanah air.

Layanan Lengkap dalam Desa Migran EMAS

Program ini memiliki sejumlah layanan utama, di antaranya:

  • Edukasi migrasi aman dan prosedural

  • Pendampingan dan advokasi hukum bagi PMI dan keluarga

  • Pusat informasi migrasi satu pintu

  • Pelatihan dan pemberdayaan purna PMI

  • Pendampingan usaha untuk keluarga PMI

Dengan berbagai layanan tersebut, Desa Migran EMAS diharapkan menjadi model nasional dalam tata kelola migrasi yang manusiawi dan berkelanjutan. (dev)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *