VIRALSUMSEL.COM – Timnas Brasil menunjukkan kelasnya sebagai salah satu unggulan juara Piala Dunia setelah menaklukkan Haiti dengan skor meyakinkan 3-0 dalam lanjutan penyisihan Grup C.
Kemenangan yang berlangsung dominan tersebut tidak hanya mengantarkan Selecao ke puncak klasemen sementara Grup C, tetapi juga memastikan Haiti gagal melanjutkan perjalanan mereka ke fase berikutnya.
Penyerang Matheus Cunha menjadi aktor utama kemenangan Brasil lewat dua gol yang dicetaknya pada babak pertama. Sementara satu gol lainnya lahir dari kaki Vinicius Junior yang tampil impresif sepanjang pertandingan.
Tambahan tiga poin membuat Brasil kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan dan unggul selisih gol atas Maroko yang memiliki jumlah poin sama. Situasi tersebut membuat laga terakhir melawan Skotlandia akan menjadi duel krusial dalam menentukan siapa yang keluar sebagai juara grup.
Brasil Sempat Kesulitan
Meski lebih diunggulkan, Brasil tidak langsung mampu membongkar pertahanan Haiti. Tim asal Karibia itu tampil disiplin dan mampu menahan gempuran Selecao selama lebih dari 20 menit awal pertandingan.
Namun ketahanan Haiti akhirnya runtuh pada menit ke-23. Berawal dari tembakan keras Vinicius Junior yang gagal diamankan sempurna oleh penjaga gawang Johnny Placide, bola liar langsung disambar Matheus Cunha dari jarak dekat untuk membawa Brasil unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi titik balik permainan. Kepercayaan diri para pemain Brasil meningkat dan serangan demi serangan terus mengalir ke pertahanan Haiti.
Hanya berselang 13 menit, kombinasi Cunha dan Vinicius kembali menghasilkan gol. Vinicius yang sukses merebut bola di area tengah lapangan mengirimkan umpan terobosan akurat kepada Cunha.
Tanpa membuang kesempatan, penyerang Manchester United itu melepaskan tendangan keras yang menghujam sudut atas gawang Haiti dan mengubah skor menjadi 2-0.
Vinicius Lengkapi Keunggulan
Brasil semakin menjauh pada masa injury time babak pertama. Kali ini Vinicius Junior yang sebelumnya berperan sebagai kreator serangan berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Menerima umpan matang dari Lucas Paqueta, Vinicius mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan sepakan yang tak mampu dihentikan Placide.
Gol tersebut membuat Brasil menutup babak pertama dengan keunggulan nyaman tiga gol tanpa balas.
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit menurun. Brasil lebih fokus menjaga penguasaan bola dan mengontrol ritme pertandingan.
Meski demikian, peluang tetap tercipta. Gabriel Martinelli nyaris memperbesar keunggulan andai sepakannya tidak membentur tiang gawang. Sementara Endrick sempat menjebol gawang Haiti, namun gol tersebut dianulir karena lebih dulu berada dalam posisi offside.
Haiti Gagal Cetak Sejarah
Di sisi lain, Haiti terus berupaya mencari gol perdana mereka di turnamen ini. Sayangnya, kokohnya pertahanan Brasil yang dikawal Alisson Becker membuat berbagai upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Kekalahan kedua secara beruntun membuat Haiti dipastikan tersingkir dari persaingan Grup C. Penampilan perdana mereka di putaran final Piala Dunia sejak 1974 pun akan berakhir setelah menghadapi Maroko pada laga terakhir.
Sementara Brasil masih harus menjalani partai penentuan melawan Skotlandia yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni mendatang di Miami.
Catatan Bersejarah Cunha
Laga ini menjadi malam yang spesial bagi Matheus Cunha. Gol pembuka yang dicetaknya merupakan gol internasional kedua bersama tim senior Brasil sekaligus gol pertamanya di ajang Piala Dunia.
Tak hanya itu, dua gol yang diborong Cunha turut membawa Brasil mencatatkan rekor baru sebagai tim paling produktif sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 240 gol, melewati torehan Jerman yang sebelumnya memegang rekor tersebut.
Pemain Terbaik Pertandingan
Vinicius Junior layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat kontribusi satu gol dan dua assist yang menjadi kunci kemenangan Brasil atas Haiti.
Dengan performa yang semakin solid, Brasil kini berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket ke fase gugur dan kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia. (bbs)






