Empat Syarat Jika Bomba Grup Akuisisi Sriwijaya FC

OLAHRAGA90 Dilihat

viralsumsel.com, PALEMBANG – Supporter Sriwijaya FC tidak keberatan jika Sriwijaya FC bakal dikelola oleh investor. Sebelumnya sempat beredar kabar jika ada taipan atau orang kaya asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan akuisisi Laskar Wong Kito –julukan Sriwijaya FC.

Qusoy SH Pentolan Ultras Palembang salah satu kelompok supporter Sriwijaya FC merestui jika Sriwijaya FC bakal dikelola Bomba Grup atau perusahan milik taipan asal Sumsel. Namun ada empat syarat yang diutarakan dia.

“Dengan syarat pertama markas Sriwijaya FC tetap di Palembang. Siapapun yang mau mengelola silahkan asal itu tadi jangan sampai pindah home base,” kata Qusoy kepada wartawan www.viralsumsel.com, Kamis (27/1/2022) pagi.

Baca Juga :  Sriwijaya FC Diperbolehkan Ganti Nama

Kedua syarat yang diminta Ultras Palembang kelompok supporter yang setia di tribun Timur Stadion Gelora Sriiwjaya, Jakabaring ini nama Sriwijaya FC tidak berubah. “Jagan diubah nama. Jadi tetap Sriwijaya FC. Jangan jadi Bombas FC,” sambung salah satu vokalis band rock di Palembang ini.

Masih kata Qusoy syarat ketiga jika ingin miliki Sriwijaya FC targetnya harus jelas. Dia tidak mau seperti dua musim terakhir selalu berlaga di Liga 2. So, SFC –singkatan Sriwijaya FC- harus kembali ke habitatnya Liga 1. “Target jelas yaitu LIGA 1,” terang dia lagi.

Selain itu pengelola Sriwijaya FC nantinya juga harus lebih inovativ. Karena Sriwijaya FC menurutnya punya potensi besar untuk menjadi tim yang modern. “Harus dikelola secara modern,” urai dia.

Baca Juga :  Srikandi Ganjar Tingkatkan Minat Main Futsal Perempuan Muda Banyuasin

Qosuy menilai jika Sriwijaya FC bakal dikelola oleh taipin maka akan sukses seperti klub klub lain. “Kami sepakat sebagai contoh seperti Persebaya yang di kelola oleh pengusaha Azrul Ananada dan Arema yang dikelola oleh crazy rich Malang yaitu Gilang Widya Pramana atau Juragan 99,” kata dia lagi.

“Apakah bisa Iwan Bomba (Pemilik Perusahaan Bomba Grup) seperti dua pengusaha muda tersebut atau seperti Presiden BORNEO FC si Nabil Husein yang berani berkorban dana untuk club mereka,” tukas dia. (ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *