Energi PT Kilang Pertamina Internasional, Seimbangkan ekonomi dan ekologi

SUMSEL552 Dilihat

VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Konsentrasi pada penggunaan energi fosil konvensional yang telah sejak lama membentuk peta geopolitik dunia, cepat atau lambat harus siap digeser oleh masifnya penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Siap tidak siap, transisi energi akan mengubah lanskap energi global sekaligus menggeser poros kepemimpinan dunia. Menyikapi hal ini, kepemimpinan negara hadir dengan strategi quick wins sebagai upaya prioritas mewujudkan percepatan transformasi yang pada akhirnya menyongsong kedaulatan energi.

Perwira (pekerja Pertamina), Daniswara Krisna Prabatha (Engineer I Offsite & Product Distribution Process), menunjukkan Produk Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur sebagai delegasi Indonesia pada The 24th World Petroleum Congress 2023 di Calgary, Kanada, (28/10/2023).
Perwira (pekerja Pertamina), Daniswara Krisna Prabatha (Engineer I Offsite & Product Distribution Process), menunjukkan Produk Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur sebagai delegasi Indonesia pada The 24th World Petroleum Congress 2023 di Calgary, Kanada, (28/10/2023).

Menteri BUMN Erick Thohir sendiri menegaskan bahwa transisi energi tidak akan menjadi beban untuk perusahaan pelat merah. Justru, Erick menyebut dari isu inilah peluang bisnis baru akan terbuka lebar. Singkatnya, BUMN dapat menjadi pendukung ekosistem transisi energi.

Adaptasi model bisnis, PT Pertamina (Persero) sebagai lokomotif penggerak perekonomian nasional tidak memilih mundur. Aksi korporasi lewat skema holding-subholding, di samping ditujukan untuk memfokuskan model bisnis yang kompetitif dalam optimalisasi profit, juga dimaksudkan untuk menciptakan iklim energi yang semakin hijau.

Ahmad Ponco, perajin tempe Kampung Pangan Inovatif, Plaju, Palembang,  menunjukkan tempe buatannya hasil dari proses pembuatan  yang ramah ligkungan binaan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III Plaju, Sabtu, (4/11/2023).
Ahmad Ponco, perajin tempe Kampung Pangan Inovatif, Plaju, Palembang, menunjukkan tempe buatannya hasil dari proses pembuatan yang ramah ligkungan binaan PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III Plaju, Sabtu, (4/11/2023).

Dekarbonisasi kilang yang merupakan ‘dapur’ energi fosil, upaya dekarbonisasi sebenarnya bukanlah istilah yang baru. Dengan perannya sebagai Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) juga tak ketinggalan dalam mengambil langkah-langkah adaptif sejalan dengan model bisnis Pertamina yang terus bergerak maju ke arah konsentrasi energi hijau.

Program Mandatori Biodiesel sebesar 35% (B35) sebagai bahan bakar nabati yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) sejak 1 Februari 2023 lalu, telah disambut baik dengan implementasi yang dimulai dari Kilang Refinery Unit (RU) III Plaju yang memiliki kapasitas produksi sebesar 126,6 MBSD, melalui berbagai penyesuaian sarana dan fasilitas di unit operasinya, sebagai dukungan terhadap pemerintah dalam meningkatkan bauran EBT.

bu Jamiah (54), menunjukkan produk unggulan teh herbal produk dan binaan dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju), Sabtu (4/11/2023). Teh herbal yakni teh daun sambiloto, teh daun min, teh daun bidara, teh bunga telang, dan bunga rosella.
bu Jamiah (54), menunjukkan produk unggulan teh herbal produk dan binaan dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju), Sabtu (4/11/2023). Teh herbal yakni teh daun sambiloto, teh daun min, teh daun bidara, teh bunga telang, dan bunga rosella.

Selain lebih ramah lingkungan karena penggunaan bahan baku dari nabati, implementasi biodiesel B35 di Kilang Plaju juga mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional. Produk BBN yang mengkombinasikan 65% diesel dan 35% Fatty Acid Methyl Esters (FAME) yang merupakan turunan Crude Palm Oil (CPO) ini berkontribusi menurunkan ketergantungan negara terhadap impor solar, yang sekaligus meningkatkan keunggulan kompetitif Indonesia sebagai salah satu negara agraris penghasil CPO terbesar. Baru-baru ini, Pertamina juga telah meluncurkan produk Bioetanol sebagai produk BBN baru yang semakin menggeser dominasi fosil.

Pada tanggal 1 Januari 2020, pembatasan kandungan sulfur baru untuk bahan bakar kapal mulai berlaku. Pedoman tersebut, yang dikenal sebagai “IMO 2020”.

Sejumlah siswa SD Negeri 222 Palembang menunjukan buku karya inovasi prigram PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III Plaju dengan dosen FKIP Universitas PGRI Palembang, Sabtu (4/11/2023). Buku pengayaan pembelajaran sekolah dasar diantaranya buku Mengunal Ikan Belida, buku Tanggap Bencana Kebakaran dan buku Tanggap Bencana Banjir.

Peraturan ini menandai langkah maju yang besar oleh para Perwira (sebutan untuk Pekerja Pertamina) PT Pertamina Kilang Internasional Refinery Unit III Plaju dengan kreativitas dan inovasinya, yang berhasil menyulap Vacuum Residue sebagai low valuable product (produk bernilai rendah) menjadi bernilai tinggi dan menyasar pasar internasional, demi meningkatkan kualitas udara dan melestarikan lingkungan untuk mencapai penurunan 77% dalam keseluruhan emisi SOx dari kapal, dengan perkiraan pengurangan tahunan sebesar 8,5 juta metrik ton SOx, sehingga mencegah umat manusia dari kematian dini. , penyakit kardiovaskular, juga pernapasan, dan paru-paru.

Daniswara Krisna Prabatha (Engineer I Offsite & Product Distribution Process), sebagai delegasi Indonesia menjelaskan Produk Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur telah diperkenalkan dihadapan para delegasi The 24th World Petroleum Congress di Calgary, Kanada pada 17-21 September 2023.

Baca Juga :  Kolaborasi Pertamina dan Universitas Sriwijaya Bina UMKM Menuju Pasar Berdaya Saing
Sejumlah anggota Patrapala Sumbagsel dan anggota Forum Sar Pecinta Alam sumatera Selatan (FSPASS) berpose mengabadikan kegiatan sosial memberisihkan sampah organic di kandang penangkaran rusa PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju), Minggu (1/10/2023).

Dalam paper berjudul “The Journey of Environmental Friendly Ships’ Fuel Production in Indonesia”.

Pertamina RU III Plaju menjadi pionir di Indonesia yang memproduksi Marine Fuel Oil Low Sulphur (MFO LS) untuk mengatasi tantangan tersebut. MFO LS diharapkan tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga menjadi produk bernilai tinggi yang mampu memberikan keuntungan finansial signifikan bagi Pertamina. Beberapa jenis penelitian yang dilakukan di laboratorium dengan alternatif pencampuran komponen antara lain: Vacuum Residue (dari High Vacuum Unit), Solar (dari Crude Distillation Unit), dan aditif Pour Point Depressant (PPD). Kami merupakan pionir produksi MFO LS, dengan 2 (dua) pilihan formula metode blending.

Formula pertama menggunakan 70%-vol Residu Vakum dan 30%-vol Bahan Bakar Diesel. Formula kedua menggunakan Residu Vakum 85%-vol dan Bahan Bakar Diesel 15%-vol dengan tambahan PPD 1100 ppm. Dengan inovasi-inovasi tersebut, Pertamina dapat meningkatkan Residu Vakum dari produk bernilai rendah menjadi produk bernilai tinggi.

MFO LS yang diproduksi oleh Pertamina RU III memberikan beberapa dampak. Meskipun menghasilkan produk berkualitas tinggi, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kepatuhan lingkungan, karena kandungan Sulfur MFO LS Pertamina RU III dapat melebihi spesifikasi IMO dengan nilai yang dicapai sebesar 0,19%-wt Kandungan Sulfur. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina dapat memproduksi MFO LS dengan kualitas terbaik di kelasnya (rata-rata VLSFO global adalah 0,42%-wt), dan dapat membantu Pertamina memperoleh penciptaan nilai hingga 75 juta USD, ungkapnya saat dibincangi viralsumsel.com, Sabtu, (28/10/2023).

Dalam menyuplai kebutuhan listrik untuk perkantoran dan perumahannya, Kilang Pertamina Plaju juga berdikari dan tetap pada prinsip efisiensi energi. Dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sebanyak 500 modul solar cell yang terpasang di Lapangan Sungai Gerong, menjadi salah satu portfolio hijau yang mendukung target Pertamina dalam penurunan emisi sebesar 30% pada tahun 2030.

Tidak hanya itu, CSR PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit III Plaju pelan-pelan mengubah jalan Asia menjadi kampung perajin tempe dengan program Kampung Pangan Inovatif yang diinisiasi oleh Kilang Pertamina Plaju tahun lalu. Kampung ini lebih tertata dan bebas dari bau tidak sedap pasca limbah cair diproses melalui instalasi pengolahan air (IPAL) yang di fasilitasi oleh Kilang Pertamina Plaju.

Pertamina membangun Panel Surya (solar cell 2200 Watt) sebagai sumber energi dalam pengoperasian Ipal, serta membangun tengki memiliki daya tampung 6 meter kubik perhari, dengan kapasitas Ipal yang di hasilkan untuk tiap rumah perhari, rata-rata 800 liter perhari.
Dari sisi peran terhadap pemberdayaan wanita dan UMKM PT Kiliang Pertamina Plaju juga member manfaat pada warga Jalan Kapten Abdullah, Lorong Selamet, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Palembang, Sumatera Selatan.

Ibu Jamiah (54), Pemilik usaha teh herbal, Jamiah Rizqi Herbal. Teh celup yang diproduksi 100% berasal dari bahan alami, tanpa campuran bahan pengawet, tanpa pewarna, serta merupakan produk hasil pertanian lahan terbatas (urban farming) di pemukiman kota dan proses pengeringan daun teh pun menggunakan energi surya. Jamiah Rizqi Herbal telah memiliki lisensi Setifikat Halal, Dinkes P-IRT dan teruji klinis berdasarkan hasil testimoni langsung dari dokter dan masyarakat konsumen.
Sejak tahun 2016, mulai menaman di pekarangan samping rumah dan menjadi satu-satunya percontohan tanaman obat di Plaju. Tanaman obat secara bertahap berinovasi mencari riset rasa dan manfaat berbagai produk. Pada tahun 2020 kami membuat kemasan produk unggulan, dengan inovasi ini dihasilkan berupa produk teh herbal yakni teh daun sambiloto, teh daun min, teh daun bidara, teh bunga telang, dan bunga rosella.

Baca Juga :  Dana Insentif 9 Ribu Guru Honorer Sumsel Maksimal Rp 250 Ribu

Semangat dukungan dan binaan dari PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju), teh herbal jamiah menghasilkan produk unggulan teh herbal Jamiah makin dikenal, bahkan tembuh sebagai suvenir delegasi G20 yang berlangsung di Bali, tanggal 15-16 November 2022.

PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) konsisten dengan keberpihakannya terhadap lingkungan dan masa depan. Keberadaan ikan belida beberapa decade terakhir ini sudah menghadapi ancaman kepunahan akibat tercemarnya lingkungan perairan dan penangkapan ikan yang berlebihan tanpa memperhatikan konservasi.

Oleh karena itu, Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikana (BRPPUPP) Palembang bersama PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) menggalakkan program “SELASIH” yaitu Selamatkan Belida dan Ikan Lokal Untuk SUMSEL Mandiri Sejahtera pada tahun 2021. Melalui kegiatan pengelolaan plasma nutfah ikan belida yang dipelihara di kolam di Instalasi Mariana. meliputiPemeliharaanindukBelidaLovis (belida Sumatera), pembenihanikanBelidasecaraalami di kolam, persiapan kolam baik untuk pemeliharaan induk maupun pendederan benih Belida, pemberian pakan hidup untuk ikan belida, pemeliharaan larva ikan belida di dalam akuarium dengan pemberian artemia dan cacingsutera dan pendederan ikan belida di dalam kolam.

pada tahun 2022, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) kembali melanjutkan tetapi dengan konsep yang bebeda. Bersinergis dengan akademisi Palembang. Bersama dosen program studi PGSD FKIP Universitas PGRI melakukan inovasi dengan menyusun kurikulum Sitangkas (Siap Tanggap Kebencanaan Sekolah) dan gerakan cinta ikan Belida.

Terdapat 3 buku pengayaan pembelajaran sekolah dasar diantaranya buku Mengunal Ikan Belida, buku Tanggap Bencana Kebakaran dan buku Tanggap Bencana Banjir. Buku tersebut setelah di launching PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) di SDN 225 Palembang pada 21 Juli 2022, langsung disebar ke 21 sekolah dasar di Palembang.

Perwira sebuta pekerja Pertamina Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju (Kilang Pertamina Plaju) juga membentuk komunitas yang berwawasan lingkungan yaitu Patrapala Sumbagsel, mereka memiliki minat yang sama seperti mendaki gunung, outbond dan kegiatan kemanusuana khususnya kebencanaan.

Pada awal Oktober 2023, Patrapala Sumbagsel melakukan kegiatan prestisius berkolaborasi dengan Forum Sar Pencinta Alam Sumatera Selatan (FSPASS) selama tiga hari di HSE Traning Center Pertamina sungai Gerong, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Menarik perhatian 40 organisasi pencinta alam dari universitas (Mapala) dan komunitas pencinta alam, sederek rangkaian kebencanaan bagi komunitas pencinta alam berbagi pengetahuan, mengkampanyekan keselamatan, serta menjaga tali persaudaraan dalam upaya menjaga alam dan memberikan bantuan dalam situasi darurat.(MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *