Ferry Rustinsulu Ungkap Perjuangan Berat Sriwijaya FC Bertahan dari Degradasi Musim Lalu

PALEMBANG, viralsumsel.com – Mantan pelatih penjaga gawang Sriwijaya FC, Ferry Rustinsulu, mengungkapkan kisah perjuangan berat tim berjuluk Laskar Wong Kito saat berhasil lolos dari jeratan degradasi di ajang Liga 2 pada musim lalu 2024/25.

Cerita tersebut ia sampaikan dalam sesi siaran langsung di salah satu akun media sosial, bersama mantan winger Sriwijaya FC, Oktavianus.

Dalam perbincangan tersebut, Ferry secara terbuka menyampaikan bahwa keberhasilan Sriwijaya FC bertahan di kompetisi bukanlah hal yang mudah. Ia mengungkap adanya berbagai keterbatasan yang harus dihadapi para pemain, termasuk persoalan finansial yang cukup berat.

“Jujur saja, musim lalu kita bisa lolos dari degradasi itu dalam kondisi yang sangat sulit. Pemain bahkan tidak menerima gaji selama kurang lebih tiga bulan,” ungkap Ferry.

Baca Juga :  Defender Sriwijaya FC Muhammad Rifqi Optimistis Curi Poin dari Sada Sumut FC

Menurut Ferry, kondisi tersebut sempat memengaruhi mental dan psikologis pemain. Namun, berkat kebersamaan tim dan komitmen untuk tetap profesional di lapangan, Sriwijaya FC mampu melewati masa-masa sulit tersebut.

Ia menilai, salah satu faktor terpenting di balik keberhasilan Sriwijaya FC keluar dari ancaman degradasi adalah peran pelatih kepala saat itu, Hendri Susilo. Ferry menyebut Hendri sebagai sosok pelatih yang luar biasa dalam mengelola tim, terutama di tengah keterbatasan yang ada.

“Faktor pelatih sangat besar. Coach Hendri Susilo itu luar biasa. Di tengah kondisi seperti itu, dia tetap bisa menjaga suasana tim, memotivasi pemain, dan membuat kami fokus pada target bertahan,” kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menilai bahwa kepemimpinan Hendri Susilo tidak hanya terlihat dari aspek taktik dan strategi, tetapi juga dari pendekatan personal kepada pemain. Hal tersebut dinilai mampu menjaga kekompakan tim hingga akhir musim.

Baca Juga :  Sriwijaya FC : Kemenangan Laga Perdana Liga 2 “Harga Mati”

Kisah yang diungkap Ferry Rustinsulu ini sekaligus menjadi gambaran nyata tentang perjuangan klub-klub sepak bola di Indonesia, yang tidak hanya bertarung di lapangan, tetapi juga harus menghadapi tantangan non-teknis di luar pertandingan.

Meski penuh keterbatasan, Sriwijaya FC pada akhirnya mampu menunjukkan karakter dan semangat juang tinggi untuk tetap bertahan. Ferry berharap pengalaman pahit tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi manajemen dan seluruh elemen tim agar ke depan kondisi klub bisa jauh lebih baik dan stabil. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *