Forlan dan Stoichkov Angkat Topi untuk Tanjung Verde dan RD Kongo, Kisah Underdog yang Mengguncang Piala Dunia 2026

VIRALSUMSEL.COM – Piala Dunia FIFA 2026 kembali menghadirkan kisah inspiratif yang membuktikan bahwa sepak bola selalu menyimpan kejutan. Di tengah dominasi negara-negara elite, dua tim debutan dan minim pengalaman, Tanjung Verde serta Republik Demokratik (RD) Kongo, sukses mencuri perhatian dunia dengan menembus babak 32 besar.

Perjalanan luar biasa kedua negara Afrika tersebut bahkan mendapat apresiasi khusus dari dua legenda sepak bola dunia, Diego Forlan dan Hristo Stoichkov, dalam episode terbaru Podcast FIFA.

Keduanya menilai keberhasilan Tanjung Verde dan RD Kongo bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang, kerja keras, dan perkembangan sepak bola yang terus meningkat selama bertahun-tahun.

Tanjung Verde Curi Perhatian Dunia

Penampilan perdana Tanjung Verde di Piala Dunia langsung menciptakan sejarah.

Tim berjuluk Blue Sharks itu tampil mengejutkan dengan finis sebagai runner-up Grup H di bawah Spanyol. Hebatnya lagi, mereka berhasil menyingkirkan dua tim kuat, Uruguay dan Arab Saudi, untuk mengamankan tiket ke fase gugur.

Legenda Bulgaria, Hristo Stoichkov, mengaku sangat terkesan melihat performa pasukan asuhan Bubista tersebut.

Menurut mantan peraih Sepatu Emas Piala Dunia 1994 itu, perjalanan Tanjung Verde layaknya sebuah cerita dongeng yang menjadi kenyataan.

“Apa yang mereka lakukan sungguh fenomenal. Mereka akan menghadapi Argentina berikutnya, tetapi sejauh ini penampilan mereka luar biasa. Ini seperti sebuah dongeng,” ujar Stoichkov dalam Podcast FIFA.

Ia juga memuji karakter permainan yang diperlihatkan Tanjung Verde sepanjang turnamen.

Menurut Stoichkov, disiplin organisasi permainan serta semangat para pemain menjadi modal utama yang membawa mereka melampaui ekspektasi.

“Saya melihat wajah para pemain dan pelatih mereka. Semuanya terlihat bahagia. Semangat seperti itu sangat penting dalam sebuah turnamen sebesar Piala Dunia,” katanya.

Baca Juga :  Jerman Tantang Debutan Curacao di Piala Dunia 2026, Der Panzer Waspadai Semangat Tim Karibia

RD Kongo Bangkit Setelah Penantian 52 Tahun

Tak kalah mengesankan adalah perjalanan Republik Demokratik Kongo.

Negara yang terakhir kali tampil di Piala Dunia pada 1974 saat masih bernama Zaire itu akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah melewati Turnamen Play-Off dengan mengalahkan Jamaika.

Di fase grup, RD Kongo kembali membuat kejutan. Mereka berhasil bersaing melawan Kolombia, Portugal, dan Uzbekistan sebelum lolos ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Kini, mereka bersiap menghadapi tantangan besar melawan Inggris. Stoichkov menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sepak bola.

“Saya sama sekali tidak terkejut dengan Tanjung Verde ataupun RD Kongo. Semua negara bekerja keras selama empat tahun untuk tampil di Piala Dunia. Turnamen ini adalah pesta terbesar sepak bola dunia,” jelas mantan bintang Barcelona tersebut.

Diego Forlan: Mereka Bermain Tanpa Beban

Legenda Uruguay Diego Forlan memiliki pandangan serupa. Peraih Golden Ball Piala Dunia 2010 itu menilai salah satu kekuatan terbesar Tanjung Verde adalah kebebasan bermain tanpa tekanan.

Menurut Forlan, kondisi tersebut justru membuat para pemain mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

“Mereka menikmati setiap pertandingan. Ini adalah pengalaman pertama mereka di Piala Dunia sekaligus pertama kalinya lolos ke fase gugur. Mereka tidak memiliki apa pun untuk dirugikan,” kata Forlan.

Ia juga menyoroti kualitas skuad Tanjung Verde yang dihuni banyak pemain berpengalaman dari kompetisi Portugal.

“Sebagian besar pemain mereka berkarier di Portugal. Mereka memiliki fisik yang kuat, pengalaman yang cukup, dan penjaga gawang Vozinha tampil sangat impresif. Mereka adalah tipe tim underdog yang selalu membuat Piala Dunia menjadi menarik,” ujarnya.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026 Grup G: Belgia Difavoritkan, Mohamed Salah Siap Pimpin Mesir Tantang Kekuatan Eropa

Tantangan Berat Menanti Argentina

Langkah berikutnya Tanjung Verde jelas tidak mudah. Mereka akan menghadapi juara bertahan Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada babak 32 besar.

Meski mengakui Albiceleste lebih diunggulkan, Forlan yakin laga tersebut tetap berpotensi menghadirkan kejutan.

“Argentina memang bermain sangat baik dan Messi sedang berada dalam performa terbaiknya. Tetapi di pertandingan sistem gugur, tim yang bermain tanpa tekanan sering kali mampu memberikan perlawanan luar biasa,” katanya.

Forlan berharap Tanjung Verde mampu menikmati pertandingan dan membuat Argentina bekerja keras untuk mengamankan kemenangan.

Bukti Format Baru Piala Dunia Berhasil

Keberhasilan Tanjung Verde dan RD Kongo menjadi bukti nyata bahwa format baru Piala Dunia dengan 48 peserta membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung dunia.

Turnamen edisi 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan yang semakin luas, tetapi juga melahirkan kisah-kisah inspiratif yang memperkaya sejarah sepak bola internasional.

Bagi Forlan maupun Stoichkov, keberhasilan dua negara Afrika tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras, pembinaan jangka panjang, dan keberanian bermimpi mampu membawa tim mana pun bersaing dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.

Terlepas dari hasil yang akan mereka raih di babak gugur, Tanjung Verde dan RD Kongo telah menorehkan sejarah yang akan dikenang sebagai salah satu kisah underdog terbaik di Piala Dunia FIFA 2026. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *