Franco Ramos Ungkap Makna Gol Perdana di Indonesia, Bahagia dan Haru Berbalut Emosi

YOGYAKARTA, viralsumsel.com — Laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/26 menghadirkan cerita emosional bagi bek PSIM Yogyakarta, Franco Ramos.

Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada 10 Januari 2026 lalu, menjadi momen tak terlupakan bagi pemain asal Argentina tersebut.

Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak PSIM Yogyakarta 3-0 atas Madura United FC, Franco Ramos mencatatkan dua pengalaman kontras dalam satu pertandingan. Ia mencicipi manisnya gol perdana di Indonesia, namun juga harus menerima pahitnya kartu merah.

Gol bersejarah itu tercipta pada menit ke-63. Memanfaatkan situasi bola mati, Franco Ramos sukses menyundul bola hasil sepak pojok dan menggetarkan gawang Madura United. Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertamanya sejak berkiprah di kompetisi sepak bola Indonesia.

“Set piece memang bukan tugas utama saya. Namun setiap ada peluang dari tendangan bebas atau sepak pojok, saya selalu berusaha membantu tim semaksimal mungkin,” ujar Franco Ramos usai pertandingan.

Baca Juga :  Stefano Lilipaly Resmi Gabung Dewa United, Bawa Misi Juara di Liga 1 dan Asia

Lebih dari sekadar gol, momen tersebut memiliki makna personal yang mendalam. Franco mengungkapkan bahwa gol perdananya di Indonesia ia persembahkan untuk sang ibu, sosok yang selalu memberinya dukungan sepanjang perjalanan karier sepak bolanya.

“Gol ini sangat spesial. Selain membantu tim meraih tiga poin penting, ini adalah gol pertama saya di Indonesia. Saya dedikasikan untuk ibu saya, dan dia tahu betul maknanya,” ungkap bek bernomor punggung empat itu.

Namun, kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama. Hanya berselang sepuluh menit setelah mencetak gol, Franco Ramos harus meninggalkan lapangan lebih cepat usai menerima kartu merah pada menit ke-73. Keputusan wasit itu membuatnya merasakan emosi campur aduk dalam satu pertandingan.

“Ini pertandingan yang penuh perasaan. Ada kebahagiaan besar saat mencetak gol, lalu berubah menjadi kesedihan. Tapi begitulah sepak bola, hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Cleberson Absen Panjang, PSS Sleman Kehilangan Pilar Pertahanan di Pegadaian Championship 2025/26

Meski sempat merasa keputusan tersebut cukup berat diterima, Franco tetap menunjukkan kedewasaan sikap. Ia menyadari bahwa kesalahan dan keputusan kontroversial merupakan bagian dari dinamika pertandingan sepak bola.

“Kita semua bisa melakukan kesalahan. Pada akhirnya, kita adalah manusia dan harus belajar dari setiap pengalaman,” tuturnya dengan tenang.

Akibat kartu merah tersebut, Franco Ramos dipastikan absen membela Laskar Mataram pada laga berikutnya menghadapi Persebaya Surabaya yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026. Meski demikian, ia menegaskan tetap berkomitmen membantu tim dari sisi lain.

“Saya tentu akan merindukan pertandingan berikutnya. Namun saya akan tetap bekerja keras dalam latihan, memberikan dukungan penuh, dan membantu rekan-rekan agar tampil maksimal di pertandingan selanjutnya,” pungkas Franco Ramos. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *