Harnojoyo Kembali Turun ke Sungai 

SUMSEL1238 Dilihat

VIRALSUMSEL.COM, PALEMBANG – Walikota Palembang Harnojoyo setelah lama vakum aksi gotong royong, kini kembali beraksi kembali di Kampung Kreatif Pempek Tanggo Rajo Cinde yang terletak di Jalan K.H. Azhari Kelurahan Tujuh Ulu Kecamatan Seberang Ulu Satu Palembang.

Kampung Kreatif ini merupakan kampung binaan ekonomi Bank Sumsel Babel, pempek produksi warga setempat yang terkenal kelezatannya menarik perhatian pendatang untuk datang mencicipinya, sayangnya pemandangan sungai yang mengalir melalui kampung ini tidak sesedap cuko pempek.

Sampah dan eceng gondok menutupi permukaan sungai, tempat yang seharusnya menjadi sumber kehidupan warga terpaksa tidak bisa di fungsikan sebab airnya keruh dan kotor.

Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kota Palembang bersama Bank Sumsel Babel berinisiatif untuk mengadakan gotong royong membersihkan kampung kreatif pada pagi hari Minggu (19/12/2021).

Baca Juga :  Feby Deru Puji Program TP PKK OKU Timur Berhasil  Turunkan Angka Stunting

Harnojoyo, yang dulu sering melakukan kegiatan serupa, mengatakan dirinya senang bisa kembali lagi terjun langsung membersihkan lingkungan setelah lama ditahan oleh pandemi.

Bersama dengan petugas Dinas lingkungan Hidup dan Kebersihan, Harnojoyo mengangkat sampah keluar dari sungai dan dalam hitungan jam sungai yang awalanya kotor kini menjadi lebih bersih.

Walikota Palembang ini berpesan kepada masyarakat setempat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya harap tindakan kebersihan di kampung kreatif tidak berakhir dengan gotong royong ini saja namun diteruskan oleh para warga. Kalau tidak dijaga sungai dan lingkungan, nanti yang datang kesini bukannya pengunjung malah penyakit dan hama,”

Bank Sumsel dan Pemerintah Kota juga memberikan bantuan berupa tanaman dan alat kelengkapan rumah untuk warga setempat.

Baca Juga :  Harnojoyo Dengan Adanya Festival Sungai Sekanak Dapat Lahirkan Kecintaan Masyarakat Terhadap Sungai

Direktur Utama Bank Sumsel Babel , Achmad Syamsudin menambahkan bahwa produksi masyarakat kampung binaan akan secara resmi di berikan label halal bila dapat membuktikan kelayakan mutu produk.

“Untuk mendapatakan label halal perlu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan, salah satunya adalah kebersihan. Jadi sudah sewajarnya masyarakat terus menjamin kebersihan lingkungan kampung, karena selain sebagian dari iman, kebersihan juga bagian penting kesehatan hidup,” tutup Syamsudin. (nto) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *