Herman Deru Pastikan Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla di Palembang

PALEMBANG, viralsumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memastikan masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapatkan pelayanan medis secara gratis. Kepastian tersebut disampaikan saat dirinya meninjau sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Palembang, Selasa (13/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Herman Deru menunjukkan keprihatinannya terhadap kondisi warga yang terdampak kabut asap. Gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, pusing, hingga iritasi mata menjadi keluhan yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Peninjauan dilakukan di Posko Kesehatan Gratis kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang dan Puskesmas Sukarami. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan tenaga medis, obat-obatan, serta fasilitas pendukung tersedia untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Herman Deru memeriksa langsung pelayanan pasien di posko kesehatan Monpera. Ia turut melihat kesiapan logistik medis, termasuk masker, obat-obatan, vitamin, dan alat pengukur saturasi oksigen.

Gubernur juga berdialog dengan petugas kesehatan serta warga yang sedang mengantre untuk mengetahui kondisi dan keluhan yang mereka alami selama kabut asap menyelimuti wilayah tersebut.

Saat menanyakan jenis gangguan kesehatan yang paling banyak dialami warga, petugas medis menjelaskan bahwa posko tersebut menerima sekitar 15 hingga 30 pasien setiap hari. Keluhan yang dominan meliputi pusing, batuk, sesak napas, serta mata terasa perih dan berair.

Baca Juga :  Wabup PALI H. Soemarjono Kunjungan Kerja Ke Desa Tanah Abang

Menyikapi kondisi tersebut, Herman Deru meminta tim medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan apoteker memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Ia juga memastikan kebutuhan dasar penanganan tersedia, termasuk masker serta obat-obatan untuk membantu mengatasi keluhan pernapasan dan iritasi mata.

“Maskernya dibantu, ya. Obat dia itu apa rata-rata? Ada obat tetes, ya?” ujar Herman Deru ketika mengecek kesiapan petugas di posko kesehatan.

Tegaskan Puskesmas Fokus Tangani Dampak Karhutla

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditegaskan Herman Deru saat mengunjungi Puskesmas Sukarami. Di hadapan tenaga medis dan warga, ia mengingatkan bahwa fasilitas kesehatan memiliki peran penting dalam menangani dampak karhutla terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Jadi, puskesmas di sini bukan menangani kebakarannya, tapi menangani dampaknya,” tegasnya.

Menurut Herman Deru, keberadaan puskesmas dan posko kesehatan harus mampu memastikan masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis ketika mengalami gangguan akibat paparan asap.

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak dibebani biaya pengobatan untuk pelayanan yang diberikan dalam penanganan dampak kabut asap tersebut.

“Pelayanan yang paling penting tidak dipungut biaya, kan? Dan instruksi saya, kan, tidak dipungut biaya,” lanjutnya.

Penegasan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada warga di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak karhutla.

Baca Juga :  HD Kian Optimis, Inovasi Hilirisasi Batubara Percepat PT Bukit Asam Menjadi Perusahaan Energi Dunia

Selain memastikan pelayanan kesehatan berjalan, Pemprov Sumsel terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait. Posko kesehatan, layanan siaga, dan posko pengaduan karhutla disiapkan untuk membantu masyarakat menyampaikan kebutuhan maupun laporan keadaan darurat agar dapat segera ditindaklanjuti.

Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Di akhir peninjauan, Herman Deru mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat yang mulai mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, pusing, atau iritasi mata juga diminta segera mendatangi posko kesehatan maupun fasilitas pelayanan medis terdekat.

Langkah tersebut penting agar gangguan kesehatan dapat diperiksa dan ditangani sedini mungkin. Terlebih, paparan asap dapat berdampak pada sistem pernapasan dan menimbulkan keluhan yang memerlukan perhatian medis.

Melalui kesiapsiagaan posko kesehatan dan puskesmas, Pemprov Sumsel berharap masyarakat terdampak kabut asap tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai tanpa terkendala biaya.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan petugas selama kondisi kabut asap berlangsung. Penanganan dampak karhutla tidak hanya membutuhkan upaya pengendalian kebakaran, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan warga yang terdampak. (bbs/ion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *