Jelang Persib vs Persija, Ricky Nelson Ingatkan Suporter: Ini Bukan Hidup dan Mati

Foto Persib.co.id

 

viralsumsel.com, JAKARTA- Asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson, menekankan rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan hidup dan mati. Menjelang pertemuan kedua tim di pekan ke-17 Super League 2025/2026, ia mengingatkan suporter agar tetap mengedepankan akal sehat dalam mendukung tim kesayangannya.

Laga Persib kontra Persija akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (11/1/2026). Pertandingan pertama kedua tim musim ini tersebut kembali menyedot perhatian publik, termasuk tensi tinggi yang kerap muncul di kalangan pendukung.

Jelang duel bertajuk El Clasico Indonesia itu, perang psikologis antarsuporter kembali ramai terjadi, khususnya di media sosial. Fenomena tersebut dinilai menjadi bagian dari rivalitas, namun berpotensi menimbulkan masalah jika tidak disikapi secara bijak.

Baca Juga :  Ketua Umum PSSI Erick Thohir Serahkan Jadwal Liga 1 Ke Kapolri, Bergulir Juli?

Ricky Nelson pun mengajak Viking dan The Jakmania untuk menempatkan sepakbola sesuai porsinya. Ia menegaskan fanatisme tidak boleh mengalahkan logika.

“Harapan saya, semuanya tetap pakai logika, bahwa ini sepak bola, ini permainan, bukan hidup dan mati,” kata Ricky Nelson.

Ia meminta suporter fokus memberikan dukungan kepada tim masing-masing tanpa perlu terpancing provokasi dari pihak lain.

“Jadi tetap dukung tim kita masing-masing, tapi tidak melanggar etika-etika yang ada, regulasi-regulasi yang ada. Masing-masing dukung timnya saja, enggak usah mikir tim lain,” ujarnya.

Ricky menilai rivalitas sejati hanya terjadi saat pertandingan berlangsung. Setelah laga usai, tidak ada alasan untuk mempertahankan permusuhan di luar lapangan.

Baca Juga :  Persis Solo Raih Kemenangan Kandang Perdana, Tekuk Persik Kediri 2-1 di Manahan

“Fokus pada tim masing-masing, sehingga sepak bola tetap pada sebuah permainan. Bukan masalah hidup dan mati, ini hanya permainan,” tutur Ricky.

Ia menegaskan ketegangan Persib dan Persija seharusnya berhenti ketika peluit panjang dibunyikan wasit.

“Habis 90 menit, selesai. Jadi tetap harus bersaudara, tetap logika dipakai. Dukunglah Persija, dukunglah Persib,” ucapnya. (mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *