JAKARTA, viralsumsel.com – Tim Liga Indonesia All-Star harus mengawali langkah mereka di Grup A Piala Presiden 2025 dengan hasil yang mengecewakan.
Dalam laga perdana yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (6/7/2025) malam WIB, skuat yang dilatih oleh Rahmad Darmawan harus mengakui keunggulan tamunya, Oxford United, dengan skor mencolok 3-6.
Pertandingan ini menjadi ajang unjuk kekuatan antara gabungan pemain-pemain terbaik Liga 1 Indonesia melawan tim dari kasta ketiga sepak bola Inggris.
Sayangnya, wakil Indonesia gagal menunjukkan konsistensi permainan sepanjang 90 menit, meski sempat memberikan perlawanan sengit di babak kedua.
Coach RD Soroti Mental dan Adaptasi Pemain
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, pelatih Rahmad Darmawan mengungkapkan bahwa sejumlah pemain terlihat gugup saat pertandingan dimulai.
Atmosfer stadion yang penuh dengan penonton dan tekanan menghadapi tim Eropa dinilai menjadi faktor yang membuat para pemain kesulitan bermain lepas di awal laga.
“Kami mengawali pertandingan dengan sedikit keraguan dalam mengambil keputusan. Mungkin banyak dari mereka sudah lama tidak bermain dengan atmosfer sebesar ini, menghadapi lawan dari Eropa, dan disaksikan banyak penonton,” ujar pelatih yang akrab disapa Coach RD itu.
Namun setelah pertandingan berjalan sekitar 25 menit, permainan Liga Indonesia All-Star mulai berkembang. Para pemain mulai percaya diri dalam membangun serangan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, meski tetap kesulitan menandingi intensitas permainan lawan.
Perlawanan di Babak Kedua
Coach RD mengaku puas dengan mental anak asuhnya yang tidak menyerah meski tertinggal jauh. Saat turun minum, ia menekankan pentingnya bermain rileks dan tetap menunjukkan semangat juang.
Hasilnya, tiga gol berhasil disarangkan ke gawang Oxford United melalui aksi Riko Simanjuntak (13′), Rizky Dwi (75′), dan Eksel Runtukahu (80′).
Sementara itu, Oxford United menunjukkan ketajaman mereka lewat enam gol yang dicetak oleh Mark Harris (4′, 29′), Michal Helik (44′), Tom Bradshaw (52′), Przemyslaw Placheta (55′), dan Brian de Keersmaecker (67′).
“Yang paling penting buat saya adalah bahwa para pemain tidak menyerah. Mereka menunjukkan reaksi yang baik, dan itu yang saya harapkan,” tegas RD.
Meski mengaku kecewa dengan hasil akhir, Coach RD tetap mengapresiasi upaya pemainnya dan berharap kekalahan ini menjadi bahan evaluasi untuk laga selanjutnya.
Target Tetap Lolos dari Fase Grup
Kekalahan ini membuat Liga Indonesia All-Star harus puas berada di posisi juru kunci Grup A. Untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur, mereka wajib memetik kemenangan dalam dua laga berikutnya.
“Saya ingin para pemain menjaga motivasi sampai akhir. Kami menargetkan bermain tiga kali di turnamen ini, itu artinya kami harus lolos dari fase grup, finis di posisi pertama atau kedua,” jelas Coach RD.
Ujian berat menanti di laga kedua saat Liga Indonesia All-Star akan menghadapi Arema FC pada Selasa, 8 Oktober 2025, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pukul 15.30 WIB. Laga ini diprediksi berjalan ketat mengingat kedua tim saling mengenal karakter permainan masing-masing. (Lib)