Kemenangan Krusial Dan Ticktum Guncang Klasemen Formula E, Jakarta E-Prix Tantang Batas Teknologi dan Fisik Pembalap

OLAHRAGA183 Dilihat

JAKARTA, viralsumsel.com – Dan Ticktum meKemenangan Krusial Dan Ticktum Guncang Klasemen Formula E, Jakarta E-Prix Tantang Batas Teknologi dan Fisik Pembalapncuri sorotan di Jakarta E-Prix dengan kemenangan gemilang yang menyuntikkan energi baru ke dalam persaingan ketat Formula E musim ke-11.

Kemenangan ini menjadi titik balik penting dalam perebutan gelar juara, menyusul pertarungan sengit yang berlangsung di bawah suhu ekstrem dan tingkat kelembapan tinggi khas ibu kota Indonesia.

Sementara itu, Oliver Rowland tetap kokoh memimpin klasemen pembalap dengan perolehan 172 poin, meskipun gagal merebut podium utama.

Di sisi tim, TAG Heuer Porsche Formula E memperkuat dominasinya di puncak klasemen tim dengan total 203 poin, memperbesar peluang mereka merebut gelar konstruktor musim ini.

Lintasan balap sepanjang 2,37 kilometer yang membentang di Jakarta ini dirancang bukan sembarangan. Terinspirasi dari gerakan anggun tarian tradisional Jawa, Kuda Lumping, sirkuit ini menghadirkan tantangan yang unik dan teknis.

Tikungan lebar, jalur sempit, hingga minimnya zona overtaking membuat setiap lap menjadi ujian konsentrasi dan keterampilan tingkat tinggi. Ditambah lagi, suhu permukaan lintasan yang menembus angka 40°C menjadi tantangan tersendiri bagi fisik pembalap maupun performa kendaraan.

Baca Juga :  Flashback : Hattrick Piala Indonesia, Ini Skuat Sriwijaya FC Musim 2009/2010  

Dalam kondisi ekstrem tersebut, ban GEN3 Evo iON Race dari Hankook membuktikan diri sebagai elemen vital yang menopang performa para pembalap.

Dirancang khusus untuk Formula E, ban ini menawarkan kombinasi sempurna antara grip maksimal, ketahanan terhadap suhu tinggi, dan kontrol presisi dalam berbagai kondisi lintasan.

Setiap tim hanya mendapat jatah dua set ban untuk satu balapan, menjadikan efisiensi dan strategi penggunaannya sangat krusial.

Maximilian Günther dari DS Penske mengungkapkan kesan positifnya terhadap performa ban Hankook. “Kondisi Jakarta benar-benar menantang—baik dari sisi iklim maupun layout sirkuitnya. Ban GEN3 Evo iON Race tampil sangat solid dalam merespons panas dan kompleksitas lintasan. Saya bisa lebih percaya diri saat mendorong batas mobil di tikungan-tikungan sempit, tanpa mengorbankan kontrol,” ujarnya.

Menurut Günther, daya tahan dan konsistensi ban menjadi pembeda utama di Jakarta. “Yang paling mengesankan adalah konsistensi performanya dari awal hingga akhir balapan. Tidak banyak ban yang bisa memberikan grip dan stabilitas seperti ini dalam suhu setinggi ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Nonton Formula E di Sirkuit Ancol, AHY Disambut Akrab Anies Baswedan

Dengan berakhirnya rangkaian balap di Asia, sorotan kini beralih ke babak pamungkas musim ini, yaitu Hankook Berlin E-Prix 2025 yang akan digelar pada 12 dan 13 Juli mendatang. Balapan ganda di Berlin tak hanya menjadi penutup musim ke-11, tetapi juga menjadi penampilan terakhir Hankook sebagai sponsor utama kejuaraan ini.

Sebagai produsen ban global, Hankook kembali menegaskan komitmennya terhadap masa depan mobilitas berkelanjutan.

Melalui teknologi ban yang digunakan di ajang balap mobil listrik paling bergengsi ini, Hankook tidak hanya memperkuat posisinya dalam dunia motorsport, tetapi juga berkontribusi langsung pada pengembangan teknologi otomotif ramah lingkungan untuk jalan raya di masa depan.

Dengan ketatnya perebutan poin dan hanya dua balapan tersisa, semua mata kini tertuju ke Berlin—tempat penentuan juara Formula E musim ini.

Akankah Rowland mampu mempertahankan posisinya, atau kejutan lain akan terjadi di sirkuit Eropa? (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *