VIRALSUMSEL.COM – RC Lens mengawali musim 2026/27 dengan raihan trofi setelah menaklukkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor tipis 1-0 pada final Piala Super Prancis 2026 di Stade Bollaert-Delellis, Lens, Senin.
Florian Thauvin menjadi penentu kemenangan Lens lewat gol semata wayangnya pada babak pertama. Trofi tersebut sekaligus menjadi sejarah baru bagi Lens karena untuk pertama kalinya mereka berhasil menjuarai Piala Super Prancis.
Kemenangan ini juga mengakhiri dominasi PSG di ajang tersebut. Les Parisiens sebelumnya berhasil mengangkat trofi dalam empat edisi berturut-turut. Kekalahan dari Lens membuat PSG gagal mempertahankan gelar sekaligus harus mengawali musim baru tanpa trofi Piala Super Prancis.
Lens Unggul Lewat Thauvin
PSG langsung tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Khvicha Kvaratskhelia menjadi salah satu pemain yang mencoba membuka pertahanan Lens melalui tembakan dari luar maupun dalam area berbahaya, tetapi upayanya masih dapat digagalkan penjaga gawang Robin Risser.
Maghnes Akliouche juga sempat memperoleh kesempatan untuk membawa PSG unggul. Namun, penyelesaian akhirnya belum mampu mengarah tepat ke sasaran.
Di tengah tekanan PSG, Lens justru mampu mencuri keunggulan pada menit ke-32.
Matthieu Udol lebih dulu melepaskan tembakan yang tidak mengarah ke gawang. Bola kemudian jatuh ke jalur Thauvin yang berada dalam posisi onside.
Mantan pemain berpengalaman tersebut bergerak cepat mengejar bola sebelum berhadapan dengan Matvey Safonov. Dengan penyelesaian yang tenang, Thauvin berhasil menaklukkan kiper PSG dan membawa Lens unggul 1-0.
Namun, situasi Lens berubah hanya beberapa menit kemudian.
Pada menit ke-39, Lens harus bermain dengan 10 orang setelah Kyllian Antonio menerima kartu merah langsung. Antonio dihukum setelah melakukan tekel keras terhadap Akliouche dengan posisi telapak kaki mengarah kepada pemain PSG.
Kondisi tersebut membuat PSG semakin leluasa menguasai permainan. Desire Doue bahkan hampir menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Sayangnya, tembakan dari sudut sempit hanya membentur tiang gawang Lens.
PSG Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain
Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas serangan. Lens lebih banyak bertahan dan berusaha mempertahankan keunggulan dengan mengandalkan serangan balik.
Tekanan PSG sempat menghasilkan gol pada menit ke-77. Fabian Ruiz berhasil melepaskan tembakan rendah yang melewati Risser.
Namun, PSG kembali harus kecewa. Gol tersebut dianulir setelah Fabian Ruiz dinyatakan berada dalam posisi offside ketika proses serangan berlangsung.
Kesempatan emas berikutnya datang melalui Ousmane Dembele. Penyerang PSG tersebut mendapatkan peluang dari jarak dekat, tetapi penyelesaiannya justru melambung di atas mistar gawang.
Drama kembali terjadi pada menit ke-87. Kali ini PSG yang harus kehilangan pemain.
Nuno Mendes menerima kartu merah langsung setelah sikutnya mengenai Michal Skoras. Dengan demikian, kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain pada menit-menit akhir pertandingan.
Lens sempat mencetak gol kedua melalui sundulan diving Udol. Namun, gol tersebut tidak disahkan karena wasit terlebih dahulu meniup peluit akibat adanya pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
PSG terus menggempur pertahanan Lens hingga pertandingan memasuki masa akhir. Namun, solidnya pertahanan tuan rumah membuat Les Parisiens tidak mampu menemukan gol penyeimbang.
Hingga peluit panjang berbunyi, Lens tetap mempertahankan keunggulan 1-0.
Trofi Bersejarah Lens
Kemenangan tersebut memastikan RC Lens menjadi juara Piala Super Prancis 2026 untuk pertama kalinya. Trofi ini menjadi tambahan prestasi penting setelah mereka sebelumnya berhasil memenangkan Coupe de France pada musim lalu.
Di bawah arahan pelatih anyar Dino Toppmoller, Lens langsung menunjukkan ambisi besar menjelang kompetisi musim 2026/27.
Keberhasilan mengalahkan PSG juga menjadi sinyal bahwa persaingan sepak bola Prancis musim ini berpotensi semakin sengit. PSG yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi berbagai kompetisi domestik kini harus menghadapi tantangan serius dari Lens.
Bagi Lens, kemenangan ini bukan sekadar trofi pembuka musim, tetapi juga menjadi suntikan kepercayaan diri untuk menghadapi perjalanan panjang kompetisi 2026/27. (bbs/ion)









