MUSI BANYUASIN, viralsumsel.com – Suasana berbeda terlihat di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Minggu (7/7/2025).
Ratusan warga, baik peserta maupun penonton, memadati area gantangan dalam gelaran Lomba Burung Berkicau Kades Cup 1, sebuah ajang yang tidak hanya menjadi kompetisi adu kicauan burung, tetapi juga momentum peresmian gantangan burung permanen milik desa tersebut.
Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Panca Tunggal, Khoirul Mus Efendi, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan hobi serta kreativitas komunitas pecinta burung berkicau atau yang akrab disebut kicau mania.
“Lomba ini bukan sekadar ajang adu kicau. Ini adalah bentuk nyata kebersamaan, sarana menjalin silaturahmi antarwarga, serta wadah mengekspresikan kecintaan terhadap burung berkicau,” ujar Khoirul dalam sambutannya dilansir dari Mubaviral.
Sejak pagi hari, para peserta berdatangan dari berbagai penjuru. Tak hanya dari wilayah Sungai Lilin, sejumlah penggemar burung dari desa-desa sekitar bahkan dari kecamatan tetangga turut memeriahkan acara ini. Jenis burung yang dilombakan pun cukup beragam, mulai dari murai batu, kacer, hingga lovebird, yang dikenal dengan kicauan khas dan karakter uniknya.
Lomba berlangsung di bawah pengawasan juri-juri profesional yang menilai berdasarkan beberapa aspek, seperti kualitas suara, volume, durasi kicau, serta gaya berkicau burung. Sorakan semangat dan tepuk tangan dari para pendukung turut menambah semarak suasana kompetisi, menjadikan area gantangan dipenuhi atmosfer yang hangat dan antusias.
Area gantangan baru yang diresmikan menjadi daya tarik tersendiri. Dirancang dengan memperhatikan kenyamanan dan standar kompetisi, gantangan tersebut dilengkapi fasilitas yang memadai bagi peserta maupun penonton.
Khoirul Mus Efendi menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini adalah bagian dari upaya pemerintah desa dalam menyediakan ruang ekspresi bagi masyarakat yang memiliki minat pada dunia burung berkicau.
“Komunitas kicau mania ini sangat aktif dan penuh energi positif. Kita ingin mereka memiliki tempat yang representatif untuk menyalurkan hobinya, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dan UMKM di sekitar,” tuturnya.
Tak hanya menjadi ajang adu prestasi, kegiatan ini juga memberi efek domino bagi ekonomi lokal. Sejumlah pedagang kaki lima tampak menjajakan makanan dan minuman, sementara lapak aksesoris burung hingga pakan turut meramaikan area sekitar lomba.
Panitia lomba juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, termasuk trofi, piagam penghargaan, dan uang tunai. Ini menjadi magnet tersendiri yang mendorong antusiasme peserta untuk menampilkan burung andalan mereka dengan performa terbaik.
Salah satu peserta dari Desa Berlian Makmur, Andi (34), mengaku sangat mengapresiasi gelaran ini.
“Tempatnya nyaman, panitianya profesional, dan pesertanya ramai. Suasananya seru sekali. Mudah-mudahan tahun depan bisa digelar lagi dengan skala yang lebih besar,” ucapnya sambil tersenyum.
Melihat antusiasme peserta dan penonton yang tinggi, Kepala Desa mengungkapkan rencana untuk menjadikan Kades Cup sebagai agenda tahunan.
“Jika kegiatan ini berjalan sukses, insyaAllah ke depan akan kita jadikan agenda rutin tahunan. Bahkan bukan tidak mungkin kita bisa naikkan skala lomba menjadi se-kabupaten atau regional,” ungkap Khoirul menutup acara.
Kades Cup 1 tak hanya mempererat solidaritas antarwarga, tetapi juga menegaskan posisi Desa Panca Tunggal sebagai desa yang aktif mendukung kegiatan positif masyarakat, baik dari sisi hobi, budaya, maupun potensi ekonomi. (bbs)